Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Serba Serbi Bisnis Kuliner di Yogyakarta


Bisnis kuliner banyak menjadi incaran bagi mereka-mereka yang resign dan memilih berprofesi menjadi freelancer. Saat berkesempatan mengambil kuliah MM dengan konsentrasi pemasaran business plan, Manda sengaja tidak mengambil topik "bisnis kuliner", kali ini pengin Manda bahas alasannya satu per satu, siapa tahu bisa menjadi masukan dari sudut pandang yang berbeda untuk teman-teman yang merencanakan membuka bisnis kuliner ya.


  • Kuliner adalah tentang selera, dan selera itu mudah berubah-ubah seperti mood.
Saya dan Panda termasuk orang yang giat mencari kuliner, seperti cerita saya bahwa maksimal bisa mood masak di #DapurManda paling hanya 3x dalam seminggu. Pun sedang rajin banget, sabtu dan minggu, Panda selalu mengajak untuk makan di luar saja. Kalau tidak berdua, ya mengajak mama papa atau ponakan yang kebetulan berada di kota yang sama. 


Aneka Pinjaman Syariah yang Perlu Kamu Tahu


Tertarik untuk melakukan pinjaman syariah? Ini keputusan yang bagus. Paling tidak kamu sudah mulai untuk mencoba beralih untuk melakukan hal yang lebih baik sesuai tuntunan Islam. Nah ngomong-ngomong mengenai jenis pinjaman syariah itu ada banyak macamnya. 

Pengalaman Mengikuti Webinar FOREXimf




Halo sahabat Manda, Jumat lalu Manda berkesempatan untuk mengikuti webinar tentang Forex yang diadakan oleh Foreximf.com. Tentunya, bagi Manda yang hanya mengenal investasi itu berupa tabungan dan emas, webinar sore ini tentang trading forex menambah wawasan Manda tentang forex.

Apa itu Webinar?

Dukungan BKPM Terhadap Iklim Investasi di Indonesia


Setelah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2015 lalu, Indonesia kini mulai menggeliat kembali. Pertumbuhan ekonomi yang sempat menyentuh titik rendah di Desember 2015 sebesar 4.7%, sudah kembali menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 5.1% pada semester pertama 2016 ini.

Iklim Investasi di Indonesia


Ditengah kelesuan pertumbuhan perekonomian dunia, investor di seluruh dunia sedang mencari negara yang berpotensi memberikan return yang menggiurkan. Tahun ini saja, Bank Dunia dan International Monetary Fund sering disebut IMF menurunkan prediksi pertumbuhan dunia kesekian kali. Pelemahan pertumbuhan di Amerika, Negara-negara Eropa, dan Negara tirai Bambu China menjadi penyebab melemahnya pertumbuhan dunia. Indonesia pun juga tidak luput dari efek pelemahan ekonomi dunia. 

Pegadaian, One Stop Shopping Berinvestasi Emas


 

Sebuah transformasi dari pegadaian terlihat dari jargon yang dipilih, Sahabat Pegadaian.

Masih ingat dan lekat di telinga kita bahwa "Pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah". Image yang melekat saat itu tentang pegadaian adalah tempat orang yang sedang BU (butuh uang). Wajar ketika orang tidak familiar dengan pegadaian karena image gengsi yang melekat dari pegadaian. Pegadaian emas dulu sangat lekat dengan image sebagai tempat gadai emas.


Waktu terus bergulir dan tak terasa 20 tahun lebih sudah saya baru merasakan transformasi pegadaian yang update dengan kebutuhan investasi akan emas. Jelaslah, pegadaian sangat dekat dan melekat jelas di benak masyarakat tentang EMAS. Sebuah benda berharga yang dikenal dengan logam mulia. 

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dari Kacamata Blogger

masyarakat ekonomi asean
MEA

MEA. Masyarakat Ekonomi Asean. Jadi ingat iklan sebuah brand body spray, kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Ya, seperti itulah kalau kita mencerna opini publik tentang MEA. Ketakutan yang menjadi kesan pertama menggoda dari banyak pihak di negeri ini. Ketakutan pada sesuatu yg sampai hari ini masih baik-baik saja di kalangan warga masyarakat di kota yg saya tinggali, Yogyakarta. Roda ekonomi masih berjalan dengan dinamis sesuai dengan hari-hari sebelumnya. Di pusat perbelanjaan belum ada bule yang menjadi SPG.  Di kantor dan rumag sakit juga belum ada pegawai atau tenaga medis yang kesulitan berbahasa Indonesia.  Artinya, kami-kami masih memperkerjakan rakyat Indonesia.