Featured Slider

Solusi Berbisnis Online dengan Youtap POS

Halo pegiat UMKM! Apa kabar semangatnya di masa pandemi yang sudah menurunkan status menjadi endemi? Semoga senantiasa diberikan Kesehatan dan kemudahan ya! Bersyukur banget ya, 2 tahun adalah masa dimana kita dipersiapkan untuk mengayun lebih tinggi bisnis kita. Apapun bisnis yang sedang dijalani. Dua tahun masa pandemi, membuat kita melek online dan tentunya lebih siap menjemput rezeki dari berdagang secara offline dan online. Ayuk semangat!



Menjadi pengusaha atau entrepreneur butuh mental kuat yang setangguh baja. Apapun halangan yang menghalangi harus bisa dicari solusinya. Fokus kepada solusi dan bukan pada masalahnya. Berbincang tentang bisnis dan UMKM, masa pandemi buatku adalah berkah. Justru di masa pandemi inilah bisnis daster cantik manda mulai di-launching. Menerima pesanan by online melalui platform online. Penasaran kan?

Intip Tips Online Kolaborasi JNE dengan UMKM Cilegon

Mengelola bisnis itu gampang-gampang susah, banyak hal yang membuat bisnis itu menjadi sesuatu yang tricky untuk digeluti. Apa yang sebenarnya harus dimiliki seorang entrepreneur ? Yes, mental! Mental kuat harus dimiliki oleh seorang calon pengusaha. Oleh karenanya bidang bisnis yang dijalani seyogyanya menjadi sesuatu yang dikuasai atau paling tidak menjadi minatnya. Bisnis yang dijalankan tidak melulu menghitung untung, melainkan juga menghindari kebosanan untuk bersiap kreatif dengan diversifikasi produk ketika pasar sudah jenuh. Hal semacam ini membutuhkan mental baja seorang pengusaha untuk bisa mempertahankan bisnisnya.

Seneng banget bisa berkesempatan menyimak acara acara JNE Ngajak Online 2022, Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon. JNE menghadirkan dua pelaku UMKM pada gelaran ini, salah satunya Farah Kartika Sari selaku Owner IKM Permata (sandal hotel Cilegon). Tak luput dari berbagai kesulitan, angka penjualan beberapa produknya sempat mengalami penurunan drastis saat pandemi.


“Adanya pandemi ini menghambat produksi kita, sehingga adanya COVID-19 membuat kita menjadi lebih putar otak bagaimana supaya UMKM kita tetap berjalan. Melalui sosial media, e-commerce, lalu ekspedisi seperti JNE, kami sebagai UMKM manfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis. Selain itu, kita juga berkolaborsasi di sana, usaha kita yang di masa pandemi krisis menjadi stabil lagi.” pandemi ini tak membuat pihaknya patah semangat, berbagai strategi terus ditekuni Kartika.




Saya sendiri sebagai pelaku bisnis Minuman Timunku, termasuk yang terkena dampak dari pandemi ini. Menjual produk minuman terutama, harus mulai bergerak ke ranah online untuk tetap bisa eksist. Pandemi ini merupakan berkah untuk saya karena saat pandemi ini justru saya me-launching bisnis online yang lebih ramah waktu kadaluarsanya, yaitu bisnis daster cantik manda.

Pandemi telah mentransformasi lebih dari 17,5 juta UMKM di Indonesia untuk mengenal kanal digital, memanfaatkan berbagai lini media sosial sebagai sarana pemasaran. Tak terkecuali pegiat UMKM Cilegon yang berupaya menghasilkan terobosan baru melalui kolaborasi. Tidak hanya melibatkan UMKM saja, kolaborasi yang dilakukan UMKM Cilegon juga melibatkan sektor ekspedisi. Seru pastinya bisa belajar dengan teman-teman yang senasib bergerak di bisnis online.

JNE menghadirkan dua pelaku UMKM pada gelaran ini, salah satunya Farah Kartika Sari selaku Owner IKM Permata (sandal hotel Cilegon). Tak luput dari berbagai kesulitan, angka penjualan beberapa produknya sempat mengalami penurunan drastis saat pandemi.

“Adanya pandemi ini menghambat produksi kita, sehingga adanya COVID-19 membuat kita menjadi lebih putar otak bagaimana supaya UMKM kita tetap berjalan. Melalui sosial media, e-commerce, lalu ekspedisi seperti JNE, kami sebagai UMKM manfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis. Selain itu, kita juga berkolaborsasi di sana, usaha kita yang di masa pandemi krisis menjadi stabil lagi.” pandemi ini tak membuat pihaknya patah semangat, berbagai strategi terus ditekuni Kartika. Ternyata, saya tidak sendirian mengalami dampak pandemi ini.

Sebagai sosok yang bergerak di industri perhotelan, Ia menilai pentingnya mampu menjalin hubungan kepada para customer. “Kita percaya loyalitas ke customer itu penting, kita selalu menerima komplain lalu kita catat dan evaluasi untuk jadi lebih baik. Kita juga sering memberikan reward kepada pelanggan seperti kartu ucapan. Pembeli akan merasa dihargai dan terus repeat order.” ujarnya.

Seiring dengan Kartika, hadir pula Linda Yuli Yani selaku Owner ELYECRAFT yang sepakat bahwa media sosial berperan penting pada kesuksesan UMKM. “Hampir semua bisnis dari mikro dan makro terkena dampak dari pandemi, dulu sehari kiita bisa mendapatkan order 40-80 paket. Saat pandemi produk kami hanya terjual 4 paket”. Wah, mendengar mba Linda menyampaikan hal seperti itu, jadi teringat teman-teman di UMKM Jogja juga mengeluhkan hal yang sama.

Menjawab persoalan tersebut, mba Linda berbagi cerita bahwa waktu itu masyarakat heboh mencari masker dan kita mencoba membuat konektor masker untuk wanita yang memakai hijab. Dia mulai menjual di marketplace, Instagram dan Facebook sehingga omzet-pun melejit.


Nah, ternyata dibalik kesulitan, muncullah ide usaha yang bisa menambah diversifikasi produk yang dihasilkan dari bisnis sebelumnya. Kolaborasi JNE dengan UMKM Cilegon seperti ini semoga bisa diadakan di kota-kota yang lain, seperti Jogjakarta. Karena acara semacam ini sedikit banyak membangun mental sekuat baja untuk tangguh menghadapi segala hal tentang berwirausaha. Bertemu dan mendengar pengalaman dari pelaku UMKM dalam mensiasati kesulitan bisnisnya, berbagi cerita suka dan duka dalam menjalankan usaha online, merupakan sesuatu yang dinantikan oleh pelaku UMKM sehingga tidak merasa sendirian dalam menjalankan usahanya.

FORTUNE Indonesia Summit 2022



FORTUNE Indonesia Summit siap diadakan untuk pertama kalinya pada 18 Mei 2022. FORTUNE Indonesia Summit 2022, yang diselenggarakan selama 2 hari, akan menjadi platform yang melibatkan multi-stakeholder serta business person paling berpengaruh di Indonesia. Acara ini mengangkat tiga tema besar yang dinilai dapat memberikan insight penting bagi ekosistem bisnis di Indonesia, yaitu impact, sustainability, dan growth.


Topik yang akan diangkat pun sangat beragam, mulai dari market, business, finance, tech, leadership, hingga sustainability. Seluruhnya akan dirangkum dalam belasan sesi talkshow serta puluhan pembicara inspiratif mulai dari Sandiaga Uno, Umesh Phadke, Raffi Ahmad, dan masih banyak lagi.

Dalam FORTUNE Indonesia Summit 2022, juga akan diselenggarakan awarding session bagi sejumlah tokoh yang masuk dalam daftar FORTUNE Indonesia 40 Under 40.

Ibu Rumah Tangga Sebagai Pahlawan Keluarga Harus Melek Financial


Halo sahabat Manda, ketemu lagi dicerita tentang melek financial ya. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang profesinya content creator rasanya perlu berbagi tips menjadi direktur keuangan di rumah tanggaku. Intip yuk ceritaku seperti apa selama mendampingi Panda mengelola perusahaan keluarga yang namanya rumah tangga. Yap! Perlu dulu kita samakan presepsi tentang model suami sebelum melanjutkan membaca tulisanku ya. Tipe Panda adalah suami yang mengizinkan istrinya untuk mengetahui semua aset dan arus masuk keluarnya uang untuk dikelola bersama-sama. Jadi bukan tipe suami zaman papaku, yang cuma kasih bulanan ke istrinya lho ya. Alhamdulillah, jadi 14 tahun pernikahan kami, urusan keuangan dikelola berdua, setahu dan seizin berdua.

Lanjut tentang mengelola pos-pos dalam keuangan rumah tangga. Setiap keluarga mempunyai cerita yang pastinya berbeda tentang pos keuangannya. Bahkan kami pun juga berbeda, awal menikah masih dua-duanya mendapat gaji tetap sebagai pekerja, lalu sejak 10 tahun yang lalu, Manda beralih profesi menjadi freelancer yang tentu saja berbeda dalam pengelolaan keuangannya. Ayuk deh aku ceritakan dalam dua versi yang aku pernah alami ya.

Keuangan Istri VS Suami

Qodarulloh usia pacaran kami mencapai usia 10 tahun hingga akhirnya menikah, tentunya kami berdua memiliki uang tabungan yang sudah kami pakai untuk modal renovasi rumah pertama dan berbulan madu. Lalu memulai perjalanan rumah tangga mulai dari nol lagi. Panda selalu mengingatkan untuk menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, yang kini tren dengan sebutan "dana darurat"

Alhamdulillah, Manda yang "dermawan" mengeluarkan uang mendapat pasangan yang cukup berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Pertimbangan Panda selalu kebutuhan atau keinginan, hahahaha, sekali lagi beruntungnya Manda. Nah, lanjut cerita, uang tabungan yang disisihkan itulah yang sebagiannya kita pakai untuk tamasya. Oh iya, meskipun Manda pemilik blog www.tamasyaku.com tetapi perjalanan dan akomodasi kita tamasya tidak ada yang meng-endorse ya. Dari sekian ratus perjalanan, 1-5 saja yang merupakan endorse-an itupun biasanya dalam bentuk stay free dan ongkos perjalanan serta makan ditanggung sendiri. Percayalah, uang yang dikeluarkan untuk bertamasya, tidak akan hilang karena kenangan tidak bisa dibeli dengan uang. Setuju?

Nah, sudah 10 tahun ini saya seorang freelancer, ternyata semakin seru karena jadi semakin mudah menyisihkan uang ketika invoice dibayarkan secara bersama-sama. Alhamdulillah. Jadi buat freelancer semua, justru dengan menjadi freelancer kita lebih leluasa menentukan jumlah yang ingin disimpan sebagai dana darurat. Karena kata Panda, untuk menentukan jumlah yang disimpan kita yang mengetahui %-nya. Kalau bisa 40% ya lakukan, ketika bisa 20% ya lakukan, yang terpenting adalah SEGERA SISIHKAN. Baru nanti dipakai untuk kebutuhan lain seperti membiayai kebutuhan content creator yang kebetulan memasak, makan-makan dan jalan-jalan.

Setiap orang punya prioritas dalam mengatur keuangannya, ada yang prioritasnya membangun rumah, ada yang prioritasnya menabung emas, ada yang prioritasnya haji dan menghajikan, ada yang prioritasnya membangun pesantren atau masjid, dan semuanya sah menjadi prioritas. Tugas kita adalah menyegerakan juga mempunyai apa yang menjadi prioritas kita TANPA harus kepo dengan prioritas orang lain. Itulah sejatinya mengatur keuangan di rumah tangga masing-masing.

Perjalanan Membawaku Mengenal Asuransi

Tahun 2009, perjalanan membawa pasangan baru menikah ini tinggal dan menetap selama 8 bulan di kota Aachen, Jerman. Di sana nyali teruji dan alhamdulillah ada hikmah baik dari ploncoan dari perjalanan tersebut. Di negara itu, kami mengenal asuransi sebagai syarat kewajiban setiap warga negaranya. Dan alhamdulillah, sampai sekarang terus menerus mengedukasi diri tentang asuransi, salah satunya dengan mengenal asuransi Astra.



Ramadan dan Menahan Hawa Nafsu

Menjadi seorang Manda yang dipercaya memegang keuangan di dalam rumah tangga (minus uang yang diinvestasi) merupakan kepercayaan yang besar dari seorang suami. Kalau di perusahaan ada tim audit, kalau di perusahaan keluarga dalam rumah tangga, auditnya adalah kemampuan menahan untuk tidak membelanjakan terlalu over, hahahaha. Karena biasanya sehabis mengeluarkan uang belanja konsumtif yang besar, lalu menyesal, itulah cara audit keuangan yang Manda lakukan.

Ya, penyesalan selalu di akhir, kalau diawal namanya pendaftaran.

Sama kan halnya dengan puasa bulan Ramadan, ternyata kita bisa mengendalikan hawa nafsu untuk makan di jam-jam siang dan menahan haus sampai tiba saatnya berbuka. Itulah yang selama 14 tahun ini dilatih oleh Panda ke Manda. Hingga saya terlatih mejadi direktur keuangan yang bisa diandalkan (walau sesekali ditegur sayang untuk sesuatu yang berlebihan), hahahaha.


Foto di atas adalah sebuah cerita perjalanan yang kami ambil minggu lalu. Ada kerabat yang meninggal di Bandung dan kita berperjalanan darat menyusuri tol Boyolali hingga tol Buah Batu, PP cuma istirahat semalam di Bandung. Perjalanan usia pernikahanku sudah 14 tahun, banyak perjalanan putaran ban mobil yang membawa kami ke banyak tempat tujuan. Alhamdulillah semoga selalu diridloi dan diberi kesehatan dan keselamatan. Aamiiin.

Mengingat usia yang menuju ke usia cantik kepala 4, kami pun tidak menolak tua dan mengurangi kekhawatiran dengan memiliki asuransi. Konon katanya asuransi dibeli untuk bisa digunakan di saat kita tidak produktif lagi. Namun demikian, sahabat Manda bisa cek tentang asuransi kesehatan rawat jalan yang juga memudahkan ketika kita sedang sakit.



Asuransi Mobil Penting Untuk Traveler

Selain asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, bagi traveler penting banget untuk mengasuransikan kendaraannya. Terlebih jika sering melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi. 



Seperti halnya beberapa bulan belakangan ini, dikarenakan pandemi, kami lebih sering mengendarai mobil untuk bisa menuju kota-kota tujuan di Pulau Jawa. Kebetulan Panda menjadi pembicara di kota Kudus, Tegal, Solo, Semarang dan Cepu. Alhamdulillah membiasakan berperjalanan mandiri dengan kendaraan pribadi dikarenakan pandemi. Bahkan kemarin kita ke Bandung PP dan sangat menikmati perjalanan darat yang sudah dikemas apik dan mulus lewat jalan tol.


Semoga kita semua dimampukan sehat dan panjang usia sehingga bisa melintasi banyak ruang dan waktu bersama orang-orang yang kita sayangi. Semoga Alloh mampukan rezekinya untuk bisa menceritakan apa yang ditemui dan kita nikmati dari banyak tempat yang kita singgahi. Aamiin.

Waspadai 5 Kecelakaan di Rumah! Betadine Solusinya


Halo sahabat Manda, apa kabarnya di rumah saja? Sudah mulai longgar kan ya? Alhamdulillah, pandemi sudah mulai bersahabat dengan sebutan endemi. Tetap jangan lupa masker dan prokesnya ya. 

Itu adalah cara termudah untuk kita saling menjaga dari berpindahnya virus. Selama di rumah aja, saya punya banyak pengalaman yang tidak terduga seputar luka, kali ini saya mau berbagi cerita dan pertolongan pertama yang paling sering kusolusi dengan menggunakan Betadine.

Betadine adalah produk antiseptik yang bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan dan membunuh kuman penyebab infeksi. Obat antiseptik ini tersedia dalam bentuk cairan, salep, semprot, dan stik. Betadine mengandung povidone iodine sebagai bahan aktif utama.

Waspada 5 Hal Ini di Rumah!