Tanpa disadari, sebagai manusia yang katanya "modern", kita Seringkali menolak nikmat, entah karena gengsi atau karena malas. Hmm, menolak nikmat. Kayaknya judulnya memuat ambiguitas ya. Bisa diartikan menolak kesenangan atau nikmat yang tertolak. Saat membuat judul ini, saya hanya sedang kepikiran tentang jawaban seseorang yang dialem (baca: dipuji).
"Wah mba, makin seger aja setiap hari. Tiap ketemu makin cantik aja."
Dijawabnya, "ah enggak, biasa aja mba"
Dari dialog di atas, sudah mulai ada gambaran tentang bahasan menolak nikmat ya. Xixixixixi. Atau jangan-jangan, secara tidak sadar kita sering menolak nikmat? Naudzubillah yaa.. Semoga, ucapan syukur ketika kita sedang mendapat pujian, membuat kita down to earth dan tidak melambung ke langit ke tujuh.
Ucapkan, "alhamdulillah, trimakasih ya.."

