IBX583577287E51C

Minggu, 25 November 2018

Belajar Mengenal 5 Fakta Tentang Diri Sendiri


Mengenal diri sendiri, jauh lebih sulit daripada memberi komentar dan menilai orang lain. Masuk di usia kepala 3, membuat Manda banyak melewatkan memberi komentar tentang sekeliling dan lebih banyak mengintropeksi diri jika melihat sesuatu dari sekeliling. Cara belajar Manda dan Panda dalam pernikahan adalah mengkomunikasikan trending topic dan membiarkan masing-masing kami menyampaikan apa yang dipelajari dari bahasan tersebut. Menyenangkan, karena masalah orang lain diposisikan untuk diri kita dan lalu dikomunikasikan dan tercapai kata sepakat. Jika sesuatu itu nanti terjadi juga pada kita, sudah bukan hal yang perlu dirisaukan. 



5 Fakta Tentang Primastuti Menurut Facebook

Salah satu hal positif dari media sosial adalah memberikan hiburan. Iseng banget mencoba games OMG yang bisa diakses dari facebook dan kesimpulan yang diberikan tentang nama Primastuti adalah


Hiyaaaaaa... Penilaian games OMG ini entah didasarkan dari apa, yang jelas Manda akan mengungkap fakta tentang diri sendiri dari 5 hal yang dituliskan games OMG tersebut.

Tak terhentikan. Ya, saya suka belajar!

Membacanya saja membuatku ngakak, karena dua kata ini jika digabung jadi kalimat masih terdengar tidak mempunyai arti. Memangnya Manda kereta api yang remnya blong, kok sampai tak terhentikan. hahaha. Diambil positifnya, mungkin yang dimaksud adalah kemauan belajar yang terus menerus tak terhentikan. Kalau ini yang dimaksud, Manda setuju untuk sekaligus meng-aamiinkan.

Menjadi work at home Manda membuat banyak waktu Manda berada di rumah whole day saat Panda ngantor. Kadang bisa Senin sampai Jumat, Manda tidak keluar rumah di siang hari, karena memang tidak ada jadwal untuk belanja kebutuhan toko, event blogger atau untuk bersilaturahmi. Makanya, Sabtu dan Minggu, memang quality time untuk Manda bisa keluar rumah saat ada matahari. Tenang saja, bukan hal yang menyedihkan kok berada di lingkungan sekitar rumah, justru itu anugerah karena banyak hal yang bisa kupelajari, kuuji coba dan lalu kubagikan di banyak akun media sosialku.

Ngapain aja Manda di rumah dan apa hubungannya dengan kemauan belajar yang tak terhentikan?

Belajar Masak


Kalau kata sebagian orang, memasak itu butuh tanganan atau bakat. Kadang Manda pikir juga ada benarnya, karena Manda tidak berbakat bikin kue, sedangkan memasak masih amanlah untuk lidah kami berdua. Tapi bukan berarti terus tidak memasak karena tidak berbakat lho ya! Banyak jam terbang gagal, maka kita akan terbiasa gagal, dan dari kegagalan itu pasti ada saatnya berhasil. Trust me!

Memasak di #DapurManda tidak pernah tuntas 5 kali dalam seminggu. Sampai usia pernikahan 10 tahun lebih, Manda baru bisa memasak 3 kali seminggu. Entahlah, mungkin bosan dengan menu yang rasanya hampir sama, kurangnya jenis resep masakan yang dicoba, dikejar deadline sehingga tidak sempat masak, atau lebih praktis beli masakan sudah jadi daripada memasak. Ya ya ya, Manda juga manusia biasa, tetaplah menyukai hal yang enak, cepat dan praktis!


Dari hobi memasak itulah, Manda punya akun khusus #DapurManda di instagram @cerita_dapur_manda , buat sahabat Manda yang mau follow, silahkan ya! Nah, buat para IRT (ibu rumah tangga atau istri rumah tangga) ayuk jangan menyerah untuk belajar masak ya!

Tidak Bisa Bilang Tidak

Sifat ini yang kadang bikin jengkel diri sendiri. Sedari masih junior, tidak bisa bilang tidak, sesungguhnya sudah merampas kemauan Manda untuk bilang tidak. Menjadi seseorang yang selalu berperan protagonis membuat diri ini siap merasakan lelah karena tidak melakukan segala sesuatu berdasarkan kata hati.

Contohnya begini,

Acara hari ini sedang banyak-banyaknya, padat merayap karena mungkin pendingan acara yang terbengkelai dari minggu kemarin. Saat acara kedua, yang seharusnya menuju ke acara yang ketiga. Tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang tidak terlalu dekat, dan membuat acara sempilan dari 2 ke 3. Karena acara sempilan tersebut, Manda pikir selesainya lekas, Manda pun mengiyakan. Ternyata, meleset untuk menyelesaikan acara ketiga dan seterusnya. Sering banget dikomplain sama Panda, bahwa Manda harus belajar menjadi orang yang bisa bilang : "tidak" dan sampai sekarang, pun masih belajar untuk bisa menolak sesuatu yang memang tidak bisa.


Foto di atas diambil Panda saat liburan RT beberapa hari yang lalu, dan kok ndilalah pas dipakai untuk menggambarkan rasanya "tidak bisa bilang tidak" alias nyesek. hahahahaha. Jadi, bisa bilang tidak itu sebenarnya hal yang baik untuk kesehatan, karena kita tidak memaksakan apa-apa iya untuk membuat orang lain senang, tapi mengabaikan diri sendiri. Yuk belajar untuk menjadi diri sendiri!

Tanpa Pamrih

Mendefinisikan tanpa pamrih itu butuh banyak sudut pandang. Manda pun sampai sekarang masih belajar untuk tanpa pamrih, setidaknya meniatkan hal baik yang dilakukan mengharap ridloNya. Salah satu belajar tanpa pamrih yang asyik menurut kami berdua adalah dengan tidak over-estimate akan sesuatu dan lalu menyerahkan segalanya kembali kepadaNya.

Segala perbuatan akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya.

Kiranya tanpa pamrih menurut Manda adalah seperti kalimat di atas. Melakukan banyak hal di dalam rumah, beraktivitas di rumah, dilakukan dengan tanpa pamrih dan suka cita, selain bahagia, ketenangan dan in sha Alloh juga pahala. Kurang lebihnya seperti itu yang Manda lakukan di keseharian Manda.

Profesional, menyelesaikan kewajiban dengan baik.

Berbeda halnya pada sesuatu yang disepakati dan membutuhkan profesionalitas. Manda menjadi orang yang terlatih untuk menyelesaikan kewajiban dengan baik, lalu mendapatkan hak sesuai dengan yang disepakati. Menjadi pribadi yang profesional terkadang membuatku terlihat perfeksionis, yang ujung-ujungnya melihat Manda menjadi orang yang keras dan kaku. Padahal, kalau sudah terlibat banyak jam terbang dengan Manda, anggapan keras dan kaku akan menjadi sesuatu yang mungkin benar adanya, hahahaha. Terlebih dari games OMG dikatakan Manda 99% judes, beneran O My God kan ya! Beruntungnya, Manda yang sekarang, tidak lagi merisaukan tentang pencitraan bak malaikat yang selalu baik hati. Manda yang di usia kepala tiga ini, lebih banyak berbuat sesuatu yang memberi kontribusi baik dan positif untuk kehidupan dan kesehatan Manda. Melakukan pekerjaan dengan baik dan profesional adalah sebuah cara untuk bisa berinteraksi dengan baik di lingkungan pekerjaan. Dan menjadi diri sendiri ternyata menyamankan!

Penyuka Binatang, Ehmmmm....


Terlihat Manda lagi foto dengan patung penyu, jadi bukan penyu sebenarnya ya. Kalau dibilang penyuka binatang, ya biasa-biasa saja selayaknya sesama makhluk ciptaan Tuhan. Menyukai mereka (baca : binatang) jika tidak totalitas maka akan sama dengan menyiksa. Binatang dipisahkan dari kumpulannya, lalu kita pelihara dengan ekosistem yang seadanya, itulah yang membuat Manda urung mempunyai piaraan.

Membuat Semua Orang Tertawa

Tak kenal, maka tak sayang. Mengenallah maka kau akan tahu apa yang ada di pikiran orang lain dan menjadikanmu bisa melihat sisi positif dari orang lain yang kamu kenal. Siapa sih manusia normal yang tidak ingin membuat semua orang tertawa dan bahagia? Pasti semua kita, menginginkan menjadi pembawa kebahagiaan untuk orang di sekeliling kita. Setidaknya, itulah doa yang dipanjatkan banyak orang ketika kita lahir. "Semoga menjadi pembawa kebahagiaan bagi keluarga besar dan lingkungannya."

Meng-aamiin-kan apa yang ditulis oleh Facebook, semoga Manda bisa membawa banyak kebahagiaan dan alasan orang tersenyum ketika berada di sekitar Manda. Aaamiinn.


1 komentar: