IBX583577287E51C

Sabtu, 04 Juni 2016

Bersahabat dengan Diabetes Melitus

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Cerita manda kali ini akan bercerita tentang kesehatan, tentunya sebuah topik yang sudah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat tentang kencing manis atau diabetes melitus. Saking fenomenal dan terkenalnya penyakit ini, orang-orang lebih memilih bergaya hidup sehat akhir-akhir ini demi terhindar dari penyakit DM. Ya, DM adalah singkatan untuk Diabetes Melitus. Di keluarga manda, penyakit ini sudah menjadi penyakit yang menurun dari eang buyut kami. Dan masuk ke keluarga suami, lagi-lagi DM ini menjadi hal yang kembali hangat karena papa juga termasuk pengidap DM.

Seperti apa riwayat para penderita DM di keluarga manda?


Mama, sejak kecil saya selalu diingatkan untuk tidak minum yang manis-manis karena Diabetes Melitus itu menurun ke anak perempuannya. Secara genetis, penyakit DM ini diturunkan. Yah, lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Saya termasuk bukan penggemar makanan dan minuman yang manis. Alhamdulillah sampai usia 30 tahunan ini, saya cek gula darah sewaktu berada dalam ambang batas normal. Seperti apakah cerita mama saya kalau kadar gulanya sedang tinggi? Berikut beberapa yang bisa saya amati ketika mama merasakan gula darahnya sedang naik.
  1. Tubuh terasa panas dan gerah.
  2. Rasa haus yang tidak habis-habis.
  3. Rasa lapar dan dorongan ingin ngemil yang besar.
  4. Kaki terasa nyeri kalau dipakai untuk berjalan.
Kalau sudah timbul gejala-gejala seperti itu, biasanya mama mengurangi makan nasi, diganti dengan rebusan kentang. Dan minumnya air putih. Para penderita DM sebenarnya sudah tahu bahwa mereka harus mengurangi asupan kalori dari nasi dan makanan yang manis. Tapi terkadang, keinginan untuk sesuatu yang dilarang begitu besar. Sehingga butuh untuk sadar dan mengerem sendiri keinginan yang timbul.

Papa mertua, sejak saya menjadi bagian keluarga suami, saya juga bertemu dengan penderita DM. Kali ini papa, DM karena gaya hidup. Dari ceritanya, dulu sepulang kerja papa selalu minum air teh manis dua gelas ukuran jumbo. Kurang lebih selama belasan tahun, dan divonis Diabetes Melitus sesudahnya. Papa mertua mempunyai riwayat kadar gula yang lebih tinggi dibanding mama. Oleh karenanya, papa menggunakan sweetener sebagai pengganti gula, atau kalau boleh menyebut merek Tropicana Slim.

Sejak divonis DM, papa menggunakan obat untuk menjaga kadar gula darahnya. Selain itu, semua kecap, sirup, cemilan, dan pemanis beralih ke produk yang aman untuk papa. Walaupun demikian, ketika kita makan di luar atau bepergian, cemilan manis dan makanan yang tidak terkontrol membuat gula darah papa menjadi tinggi. Sedih rasanya, kalau di pagi hari, papa mengecek rutin gula darahnya dan kisaran angkanya tinggi. Pasti langsung lemas dan memutuskan untuk diet nasi, menggantinya dengan kentang rebus. 

Demikian cerita keluarga kami tentang Diabetes Melitus, sebuah penyakit yang tidak bisa diobati sampai hari ini. Novomix dan obat-obatan yang diresepkan hanya membantu agar gula darahnya terjaga. Dari si penderitanya sendiri yang seharusnya menyadari porsi makan dan menjaga kesehatan dengan berolahraga. Semoga cerita manda kali ini bisa bermanfaat dan jaga kesehatan ya!

7 komentar:

  1. IBU juga diabetes, disuruh tarak sudah banget. Suka nya minum the Manis Dan maem nasi Putin terussd

    BalasHapus
  2. Walau nggak diabetes tapi aku sudah mulai parno sendiri kalau makan makanan manis. Takut gendut. Hehe.

    BalasHapus
  3. aku juga jarang minum manis, karena tahu ibuku juga DM

    BalasHapus
  4. Ngeri ya, jaman skrng gk hanya orang tua yg bisa kena DM, yg muda jg. Harus pinter2 jaga kesehatan...

    BalasHapus
  5. Baik Bapak dan Ibu saya, keduanya terkena DM. Selain gaya hidup dan sebagainya, DM bisa timbul karena stress. Tingkat stress yang tinggi sering juga jadi pemicu DM. Jadi sekarang saya yang harus banyak pantang makanan2 yang kurang sehat

    BalasHapus
  6. Bapakku dulu meninggal gara2 DM, Manda. Dan katanya sih penyakit ini nurunnya menyilang. Mbak sulungku udah kena nih dan lumayan parah sakitnya. Aku dan mbak satunya kudu hati2 juga nih menjaga pola makan.

    BalasHapus
  7. Kudu jaga pola makan banget ya mbak :) Tapi kok jaga pola makan sehat susah sekali :(

    BalasHapus