IBX583577287E51C

Senin, 11 April 2016

Persiapkan Masa Sehatmu Sebelum Datang Masa Sakitmu



Sehat adalah Doa dan Sakit Bukan Pilihan


Sehat itu nikmat, lalu bagaimana ketika sakit?

Sehat, sebuah kata yang menurut kamus manda menggambarkan sebuah keadaan tubuh yang fit, bugar dan penuh semangat. Ketika kita dianugerahi nikmat sehat, kita mampu melakukan banyak aktivitas dan menyelesaikan potongan impian dengan hal-hal yang butuh dijemput dengan kerja fisik dan otak. Saat kita sehat, yang kita pikirkan pasti yangenak-enak, seperti : menghabiskan waktu bersama teman, sahabat dan keluarga yang kita sayangi. Ya, dengan kesehatan memungkinan kita menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat.

Lalu, bagaimana kalau kita diberi nikmat sakit? Tentunya, di dunia ini tidak ada makhluk yang merasakan sehat terus kan? Kadang kita “butuh sakit” untuk bisa mengistirahatkan badan, untuk bisa tahu rasanya bersyukur diberi kesehatan dan untuk membiarkan tubuh membuat antibodi untuk menjadi lebih sehat.

Sakit, sebuah kata yang menurut kamus manda adalah sebuah keadaan tubuh yang membuat kita tidak produktif, loyo, lesu dan kurang bertenaga untuk menyelesaikan aktivitas pekerjaan kita. Tubuh jadi gampang capek, kurang mood untuk menjadi kreatif dan  banyak menunda hal-hal penting sebagai bagian dari potongan impian kita. Tidak ada lagi rencana makan enak (karena lidah rasanya pahit), tidak ada lagi rencana jalan-jalan (karena tubuh tidak bersahabat ketika diajak bepergian) dan kita lebih banyak mengingat sedekah dan hal-hal yang berbau agamis..

Sahabat manda, kadang kita tidak tahu kapan akan sakit, dan seringnya kita tidak mempersiapkan sakit di saat kita masih sehat. Oleh karenanya, pasar polis membantu kita mempersiapkan segala hal yang terkait dengan jaminan saat kita sedang tidak produktif.

Suatu saat di Rumah Sakit 

Kita sudah dapat mengetahui kejadian masa lalu karena sudah terjadi, dan kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan karena belum terjadi. Masa depan adalah salah satu rahasia Tuhan, sehingga manusia harus selalu berbuat yang terbaik setiap harinya.

Sahabat manda, beberapa waktu lalu saya mendapati kisah yang membuka mata saya. Mungkin kita pernah mendengar berita ataupun lawakan bahwa orang miskin dilarang sakit. Selama ini saya tidak begitu mengindahkan hal tersebut, hingga minggu kemarin saya mendapati hal tersebut menimpa salah satu teman kami.

Kami berencana akan bertemu di suatu tempat pada jam yang telah ditentukan, 3 dari kami sudah berada di tempat yang dijanjikan, dan waktu berjalan terus. Waktu sudah lewat 10 menit dari yang dijanjikan, salah satu teman belum memunculkan batang hidungnya. Jam mulai melewati 15 menit dari seharusnya, kami mulai mengirimkan pesan bertanya sudah sampai mana? Namun bukan jawaban dari teman kami yang kami terima, namun dari orang lain melalui hand phone teman kami mengabarkan bahwa teman kami mengalami kecelakaan dan sekarang di rumah sakit terdekat. Bergegas kami menuju RS terdekat itu, dan benar teman kami mengalami kecelakaan dan kepalanya terluka parah, sehingga rumah sakit saat ini tidak mampu menghentikan pendarahannya dan harus dirujuk kerumah sakit yang lebih besar.

Kami kemudian menyetujui pemindahan ke RS yang lebih besar agar mendapatkan penanganan yang terbaik. Ketika kami dihubungkan dengan RS yang lebih besar tersebut bagian UGD menyambungkan kami dengan bagian billing. Pertanyaan pertama yang mereka tsnyakan adalah, korban memakai asuransi atau tidak? Karena kami lihat teman kami hanya memiliki askes maka oleh rumah sakit tersebut digolongkan biaya sendiri. Dan terkejutlah kami saat RS meminta uang deposit yg cukup besar, teman kami sudah dalam keadaan kritis namun masih diminta deposit agar ditangani. Benar - benar menyesakkan dada!

Dari kisah yang 100% benar adanya, dan karena pengalaman ini, saya termasuk orang yang percaya dengan asuransi. Yuk, lindungi diri kita dan orang yang kita kasihi, sehingga kisah teman saya di atas tadi tidak pernah kita alami. Membeli uang besar dengan uang kecil.

6 komentar:

  1. saya ikutan asuransi dari kantor suami. pernah sih daftar asuransi yg lain lagi tapi brenti di tengah jalan karena repot bayarnya. kalo asuransi kantor kan otomatis dipotong ya..berasa banget manfaatnya. waktu anak pertama sakit dirawat 100% ditanggung asuransi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mak kania. Lebih kerasanya kl pas sakit ya pentingnya punya asuransi. Trimakasih sudah mampir.

      Hapus
  2. nasehat yang mengena, sebaik2 kata, memang tentang ketakwaan,dan asuransi terbaik adalah asuransi moral dan sosial :)

    BalasHapus
  3. Pengalaman teman krjaku juga mirip mbak. Suaminya yg opname krn asam lambung parah, pas mau pindah ke RS yg lbh lengkap fasilitas perawatannya, diminta deposit dulu sekian puluh juta.

    Jd meski sdh punya Askes, asuransi lain ttp penting utk cover pembengkakan biaya yg diluar tanggungan askes

    BalasHapus
  4. Bahkan saking nikmatnya sehat, sampe gak bisa dibandingkan sama tumpukan uang yang banyak.

    BalasHapus
  5. Dulu saya sempat heran kenapa suami bikin asuransi rawat inap untuk kami sekeluarga. Kesannya kayak mengharapkan sakit. Tapi ketika saya sampe harus dirawat karena DBD, bersyukur juga punya asuransi rawat inap

    BalasHapus