IBX583577287E51C

Rabu, 17 Februari 2016

Menolak Nikmat

Tanpa disadari, sebagai manusia yang katanya "modern", kita Seringkali menolak nikmat, entah karena gengsi atau karena malas. Hmm, menolak nikmat. Kayaknya judulnya memuat ambiguitas ya. Bisa diartikan menolak kesenangan atau nikmat yang tertolak. Saat membuat judul ini, saya hanya sedang kepikiran tentang jawaban seseorang yang dialem (baca: dipuji).

"Wah mba, makin seger aja setiap hari. Tiap ketemu makin cantik aja."

Dijawabnya, "ah enggak, biasa aja mba"

Dari dialog di atas, sudah mulai ada gambaran tentang bahasan menolak nikmat ya. Xixixixixi. Atau jangan-jangan, secara tidak sadar kita sering menolak nikmat? Naudzubillah yaa.. Semoga, ucapan syukur ketika kita sedang mendapat pujian, membuat kita down to earth dan tidak melambung ke langit ke tujuh. 

Ucapkan, "alhamdulillah, trimakasih ya.."

Fine. Kasus puji mempuji terselesaikan. Saling mengingatkan ya kita tentang menolak nikmat. Boleh di bagian komentar juga.


Kasus yang kedua, ceile kasus,  berasa lagi kasih kuliah tentang case study. Ehm..

"Yah, kenapa dapatnya X bukan Y"

Duh, lagi-lagi bawa cermin ni.. Sering ya kita bukannya bersyukur dapat sesuatu, e tapi malah membandingkan dengan yang lain. Kenapa saat kita mengucapkan itu, nggak langsung terbersit oh iya ya, alhamdulillaaahhh masih dapat X daripada nggak dapat apa-apa.

Cieee manda sok wise nii.. Jujur, namanya manusia, kadang-kadang suka lupa kok. Apalagi ada pepatah rumput tetangga terlihat lebih hijau 
  • .Nggak pernah kepikiran kan, yg rumputnya lebat juga nyamuknya banyak.
  • Nggak kepikiran juga itu rumput jenis apa, kalau rumput liar mau lebih hijau dan lebat, saya juga ogah.
Sama-sama saling mengingatkan lewat tulisan ya kita, bahwa tidak ada sesempurna yang kita mau, tidak sebaik yang kita pikir, tidak semanis yang menurut kita baik, kalau ukurannya masih ukuran manusia.

  • Lakukan yang terbaik,
  • Berusaha lebih baik,
  • Belajar yang baik,
  • Amalkan yang baik sebanyak mungkin.
  • Suatu saat salah, kembali ke jalan yang benar.
  • Suatu saat gagal, ikut remidial dan belajarnya dikencengin.
Hidup adalah sebuah proses belajar yang panjang. 
Selamat belajar ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar