Memaknai Keikhlasan Berbagi Saat Berkurban


Apa yang kita miliki di dunia ini sejatinya hanyalah titipan, termasuk nyawa dan harta benda. Salah satu cara berbagi yang rutin setiap tahunnya pada momen Iduladha. Ya! Di saat Iduladha dibarengi dengan penyembelihan hewan kurban yang dimaknai sebagai sarana berbagi dan silaturahmi.

Iduladha ditujukan untuk memperingati peristiwa dimana Nabi Ibrahim A.S. bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Momen Iduladha Berkah Untuk Semua


JNE melaksanakan Perayaan Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 10 Juli 2022 dimanfaatkan sebagai momen untuk mempererat tali silaturahim dan semangat berbagi dengan para karyawan dan masyarakat.


Tahun ini, JNE bersama TIKI membagikan sebanyak 4.000 daging hewan kurban. Sebagian diantaranya dikurbankan dalam acara #TIKIJNEIdulAdhaBareng di Yayasan Taman Yatim Piatu & Tuna Netra (Yatuna) Suprapto Suparno Jl. Pusdiklat Depnaker, Kec. Makasar, Jakarta Timur yang didirikan oleh pendiri JNE Alm H. Soeprapto Suparno.

Seluruh daging kurban ini dibagikan kepada ribuan kaum dhuafa dan yatim piatu, antara lain masyarakat di sekitar kantor pusat maupun cabang JNE di 62 kota. Begitu juga dengan masyarakat di sekitar tempat pemotongan hewan kurban JNE di Jakarta, seperti di Balai Kota DKI Jakarta, kantor Walikota Jakarta Barat, Yayasan Taman Yatim Piatu & Tuna Netra (Yatuna) Suprapto Suparno, Masjid Jami Soeprapto Soeparno, Masjid Al Makmur Cikini, Dadap, Masjid Slipi, Jalan M1 Bandara Soetta dan di 22 lokasi lainnya yang bekerjasama dengan pihak berbagai pihak.

Rasa syukur juga dirasakan manajemen dan karyawan JNE karena dapat terus memberikan kebahagiaan kepada seluruh masyarakat di tengah pandemi covid-19. Semoga tetap jaya dalam melayani distribusi pengiriman ke seluruh pelosok wilayah tanah air ya JNE!

 



M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE menyampaikan bahwa semangat mengantarkan kebahagiaan sesuai tagline Connecting Happiness harus terus diwujudkan dan Idul Adha merupakan momentum yang sangat baik untuk berbagi serta membantu sesama, apalagi di saat pandemi covid-19. 

Dengan semangat berkurban dan doa dari seluruh masyarakat, kita semua berharap kondisi pandemi ini dapat segera berakhir serta kita dapat kembali berkumpul merayakan Idul Adha selanjutnya dalam kondisi yang lebih baik. Aamiin turut mengaamiinkan doanya.

Keihlasan Berkurban Saat IdulAdha

Alhamdulillah, semoga kita senantiasa dimudahkan untuk bisa berkurban setiap tahunnya. Memilih berkurban dimana pun menjadi hak prerogatif dari shohibul kurban. Kalau dulu, Manda Panda berkurban di masjid tempat tinggal kami mengikuti tradisi dari orang tua kami. Namun setelah dipikir-pikir, kompleks perumahan kami penghuninya sudah terbiasa makan daging. Sejak beberapa tahun sudah, kami berkurban melalui donasi kurban dimana hewan kurbannya langsung didistribusikan ke daerah yang tidak banyak yang berkurban. 

Alhamdulillah selalu amanah dengan mengirimkan laporan dan foto bahwa hewan kurban telah dilakukan penyembelihannya saat Iduladha, Alhamdulillah. Meskipun tidak mendapat bagian shohobul kurban, tapi rasanya nyess di hati karena daerah-daerah yang dikirimi hewan kurban sampai ke pelosok tanah air. Semoga berkah bisa dirasakan oleh semuanya ya, Aamiin.

Tips Mengolah Daging Kurban

Daging kurban yang dibagikan untuk masyarakat di kompleks perumahan menjadi keberkahan untuk shohibul kurban dan penerimanya. Banyak yang lalu menjadi koki sate dadakan, hahahaha. Berikut Manda bagikan tips mengolah daging kurban ya.

  1. Tidak perlu mencuci daging yang hendak dimasukkan ke dalam freezer.
  2. Pilah daging sesuai bagiannya. Kalau Manda biasanya memilahnya berdasarkan : ada tidaknya tulang (iga/rusuk), daging, tetelan atau jerohan.
  3. Ganti plastik sesuai dengan jenis yang sudah dipilah, pastikan plastik kering dan bersih.
  4. Simpan di dalam freezer dan siap diolah selagi pengen memasak. Daging bisa bertahan kurang lebih sampai 1 bulan dalam keadaan frozen.
  5. Ketika hendak mengolah daging kurban yang beku, keluarkan dulu di suhu ruang sampai daging bisa dipotong dan tidak menjadi es.
  6. Mengolah daging kurban juga bisa dengan langsung merebusnya dan dibumbui bawang putih dan garam, nantinya akan menjadi empal yang kalau digoreng untuk lauk rasanya enak sekali.
  7. Saat merebus daging, pastinya air sudah mendidih, dan rebusan pertama daging kurban dibuang, karena biasanya ada tanah di daging kurban yang dibagikan.
  8. Saat marinasi daging kurban, sebaiknya ditambah blenderan nanas supaya daging lekas empuk.
Selamat mempraktekkan tips mengolah daging kurban ya teman-teman!

Tidak ada komentar