Cara Menghitung Dana Darurat Saat Pandemi dan Krisis Keuangan Keluarga



Halo sahabat Manda, bagaimana kabar dompetnya hari ini? Mudah-mudahan selalu nyaman ya dompetnya, sehingga walau dirumahaja tetap saja bisa bahagia karena bisa berselancar di toko online untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama pandemi. Aamiin.


Pandemi dan Krisis Keuangan

Sebagai seorang istri rumah tangga, Manda harus melebihkan syukur karena penghasilan utama yang pokok tidak terganggu oleh pandemi. Namun, sebagai seorang entrepreneur, toko Manda terpengaruh oleh adanya pandemi ini. Kebayang lah ya, orang males untuk keluar rumah dan berbelanja. Lebih baik memanfaatkan laman online atau pesan di tetangga di WA grup untuk membelikan kebutuhan yang tidak urgent. Ya! Seorang pebisnis harus mampu putar otak di kala krisis seperti ini. Manda pun juga sama, bersama kawan-kawan mompreneur membuka usaha online Cemilan Hikari. Alhamdulillah, bisa untuk menutup omset toko yang tidak terkejar selama pandemi dan masih mampu membayar biaya operasional. Apapun itu, semuanya harus disyukuri.


Hikmah Pandemi

Sebagai seorang hamba, mengeluh memang enak, tapi tidak memberi solusi.

Hikmah pandemi yang Manda rasakan bersama teman-teman womanpreneur adalah jadi kreatif. Solusi bisnis supaya tetap berjalan dengan berfokus pada solusi. Ya! Kalau kat Bu Tedjo, "Jadi orang mbok ya yang SOLUTIP." Beberapa bentuk kreativitas Manda dan teman-teman tertuang dalam beberapa aktivitas berikut :

  1. Membuat WA grup untuk warga kompleks, kurang lebihnya ada 215 penjual dan pembeli berkumpul di sana. WA grup ini menjual demokrasi warga perumahan, yaitu : dari, oleh dan untuk warga perumahan. Barang yang dijual beragam, mulai dari bahan pangan, kateringan, lauk, buah-buahan, telor ayam daging, frozen food, cemilan, sabun, pembersih, kosmetik, baju, pernak pernik, alat rumah tangga, minuman, jamu, obat gosok, dan lain-lain. Buanyak banget dan alhamdulillah roda perekonomian terus bergerak.
  2. Membuat online shop di marketplace, Shopee. Berdasarkan pengalaman pribadi, dimana belanja online saat pandemi sangat intens dan rutin dilakukan, kenapa ga ambil bagian ikut menjadi penjual di Shopee? Nah, launching lah akun jualan di Shopee.
  3. Mengaktifkan kembali GoFood Partners, seperti halnya toko online, akun jualan di gofood juga bisa menjadi solusi untuk membuat usaha tetap exist saat pandemi. 
  4. Berjualan melalui instagram, wa status dan facebook. Alhamdulillah jadi makin kreatif membuat konten jualan di media sosial selama pandemi ini. Dan hasilnya lumayan untuk bisa mensubsidi operasional toko yang drop saat pandemi.
Demikian kiranya hal positif yang bisa diambil hikmahnya selama pandemi ini. Semoga bisa menjadi insight teman-teman untuk juga melakukan hal yang sama untuk tetap bertahan di saat pandemi. Tak kalah pentingnya juga mencari ilmu di saat pandemi ini, salah satunya TIPS MENGATUR KEUANGAN yang banyak disediakan oleh instagram @homecreditid. Salah satunya yang Manda ikuti adalah FunTalk #AyoMajuBersama bersama Dipa Andika dan homecreditid.


FunTalk IG Live Bersama HomecreditID


Topik yang dibahas pas banget ya! Ilmu yang bisa diambil saat IG live adalah bagaimana mempersiapkan dana darurat di saat pandemi seperti saat ini. Ya! DANA DARURAT, hampir semua financial planer membahas tentang hal ini. Sebagai dampak dari pandemi yang berkepanjangan, harus siap menghadai krisis juga. Bagaimana mempersiapkannya?

Sebagai orang yang dipercaya Panda dalam mengelola urusan keuangan rumah tangga, mungkin Manda tidak banyak tahu tentang investasi. Karena porsi investasi menjadi urusan Panda. Tetapi sebagai seorang wanita yang berpenghasilan, Manda juga berhak mengatur porsi investasi dari uang yang Manda hasilkan. Bagi Manda, tabungan emas adalah solusi investasi yang solutip. Terlebih harganya sekarang melambung dan tentunya sudah CUAN kalau dihitung dari saat membeli, hampir 100% naiknya.

DANA DARURAT


Kalau kata mas Dipa, dana darurat setiap keluarga berbeda-beda, tergantung dari pendapatan dan pengeluarannya. Ya, bener banget! Satu yang bisa dijadikan patokan dalam menghitung berapa dana darurat yang harus disiapkan menghadapi pandemi dan dampaknya, adalah pengalinya.

Misal, sebuah keluarga mempunyai penghasilan gabungan 30 juta rupiah, dari penghasilannya bisa menabung atau berinvestasi sebesar 10 juta rupiah, maka dana darurat yang disiapkan minimal 120 juta. Jadi, pos investasi tidak dihitung sebagai pengali dana darurat.

Misalnya lagi, sebuah keluarga mempunyai penghasilan yang tidak menentu. Tetapi setiap bulan untuk kebutuhan rumah tangga menghabiskan anggaran sebesar 15 juta rupiah, nah dana darurat minimal yang disiapkan adalah 90 juta rupiah.

Dari kedua contoh di atas, teman-teman bisa mengambil sarinya ga? Artinya, dana darurat bisa dihitung dari pendapatan atau pengeluaran dengan pengali sebanyak 6 bulan. Kenapa 6 bulan? Karena dalam kurun waktu 6 bulan diharapkan bisa menyambung kehidupan sampai diperoleh income baru.

Kalau kata Panda, sebisa mungkin kita menyisihkan anggaran bulanan untuk pos dana darurat, maka akan semakin bagus. Tidak harus 6 bulan dikali pendapatan atau pengeluaran, melainkan memperbanyak menyisihkan sebisa mungkin.

Suami istri dalam keluarga memang harus sehati urusan keuangan, karena kalau ga sinkron dan ga sejalan akan susah fokus menyisihkan dana darurat. Setelah membaca tulisan Manda kali ini, teman-teman akan segera memulai menyisihkan untuk dana darurat? Yuk! Kita mulai.

Jangan lupa untuk terus belajar tentang ilmu keuangan rumah tangga ya, terutama sebagai pebisnis. Walaupun masih menjadi pebisnis dengan omset 100 juta, tapi pencatatan dan pemisahan dengan keuangan keluarga harus mulai dipikirkan ya. Di bagian akhir sesi FunTalk saat IG Live, Mas Dipa mengingatkan untuk jangan bosan mencatat dan harus disiplin membuat catatan keuangan. Tips lainnya adalah ambil uang cash secukupnya, lainnya gunakan e-money atau transfer sesuai kebutuhan saja.


53 komentar

  1. Aku setuju mbak, keadaan pandemi ataupun tidak kita harus tetap menyisihkan uang karena kondisi tidak dapat di prediksi, mantap๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. Kalimat yang aku garisbawahi adalah Suami istri dalam keluarga harus sehati urusan keuangan, karena kalau ga sinkron dan ga sejalan akan susah fokus menyisihkan dana darurat. Hal ini yang seringkali terjadi ya mbak. Harus menyinkronkan visi misi ke depan dulu untuk sama2 menyisihkan dana darurat karena ini penting. Harus mengurangi latte factor juga, karena ini yang bikin bocor alus

    BalasHapus
  3. Wah aku baru tahu kalo manda menginisiasi pasar digital kompleks. Tmptku di wag ibu2 perumahan aja jualannya. Alhamdulillah byk yg jual. Sepakat banget dana darurat itu penting sekali ya

    BalasHapus
  4. Daku pernah lihat bisnisnya mbak Ima di facebook, yang terus SemangatCiee berkarya di masa seperti ini. Dan setuju banget untuk menyiapkan dana darurat, apalagi masa sekarang yang masih belum jelas kapan kondisi akan kembali kondusif ya.

    BalasHapus
  5. Masa pandemi begini penting banget mempunyai dana darurat yaa manda untuk prepare kalo2 ada kebutuhan yang penting banget♥

    BalasHapus
  6. Wah aku lagi belajar banget mengatur keuangan saat pandemi gini nih mbak. Susah susah gampang yah, apalagu buat freelancer duh hehe. Tapi makasih yaah mbak infonya aku jadi punya banyak insight baru nih hehe

    BalasHapus
  7. Top markotop nih, pembahasannya
    karena emang related banget dgn semua orang
    Jujur, daku takut bgt dgn ancaman resesi ini
    Tapi ya, Bismillah! InsyaALLAH selalu ada jalan keluar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah jauhkan dari kekhawatiran yaa, kak Nurul.
      Semua aman, rakyat bahagia dan bisa mencari nafkah dengan baik.

      Hapus
  8. Pandemi buat kita berpikir banyak buat nyari ide termasuk jualan ini itu. Apalagi sekarang bisa online kan. Semoga kita kuat

    BalasHapus
  9. Dana darurat ini kayaknya makin booming banget sejak pandemi karena membantu survive yg terpaksa berhenti kerja atau usahanya terganggu. Keren sekali ide kreatifnya untuk menutuk omset toko Mak. Semoga kita semua bisa melewati masa sulit ini ya :)

    BalasHapus
  10. Jangan bosan mencatat dan harus disiplin membuat catatan keuangan....hiks beneran banget ini. Dulu sebelum pandemi sering abai dengan catatat keuangan. Kini, beneran concern buat kebaikan di masa depan. Dan senengnya ada info cara menghitung dana darurat saat kritis ini, di artikel ini

    BalasHapus
  11. Di masa pandemi ini kita harus pintar-pintar ngatur keuangan ya...
    Beruntungnya manda punya support grup womenpreneur :)
    Bisa langsung gass hidupkan usaha lagi..
    Kalau kayak aku yang belom punya usaha, kayaknya oke juga ya untuk bikin sesuatu yang baru... betul nggak manda?

    BalasHapus
  12. Aku paham dana darurat ini. Semoga bisa lebih dari sekadar paham. Hehehehe..

    BalasHapus
  13. Pandemi ini memang banyak membawa perubahan ya dan menjadikan kita harus semakin bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga. Dana darurat memang perlu disiapkan karena masa depan juga tidak ada yang tau. Noted! Mulai sekarang kami harus disiplin nih menyiapkan dana darurat.

    BalasHapus
  14. Dana darurat ini terasanya saat pandemi begini. Kalau gak punya dana darurat ... waduh ....

    BalasHapus
  15. Di saat pandemi begini, dana darurat jadi bisa terpakai. Tetapi, kalau ada kelebihan dana memang sebaiknya tetap menyusun dana darurat lebih baik lagi

    BalasHapus
  16. Juwalannn lewat instagram ini aku baru mau mulai manda, masih ngitung2 dan bikin konsepnya hehehhehe masih belajar thanks manda sharingnya bikin aku semakin yakin buat saving dan buka usaha

    BalasHapus
  17. Harus tetep semangaaatt mengatur keuangan ya
    Terutama di masa pandemi, kudu makin disiplin

    BalasHapus
  18. Tenan yo..nduwe HP pancen kudu produktip..HP udah kayak kantor wkwkw segala kegiatan asalnya dari HP..Sukses selalu ya Manda dengan aneka bisnisnya...

    BalasHapus
  19. Pandemi ini kelihatannya masih panjang ya, memang penting banget menyiapkan dana darurat...

    BalasHapus
  20. Menyisihkan dana darurat ini yang belum kami lakukan. Sudah beberapa bulan ingin menyisihkan tapi seringnya terpakai juga. Hikss.

    BalasHapus
  21. Kreatif caranya, Manda. Bisa saling meringankan dan mendukung demi kebaikan bersama. Aku pernah ikut talkshow bareng Dipa, memang asyik banget karena didasari pengalaman nyata. Yang sering ga terpikir tuh nyisihkan dana darurat padahal itu penting banget. JUga investasi, jangan merasa aman aman saja sekarang ya kan?

    BalasHapus
  22. sayang kelewat acaranya, padahal lagi senang dan mencari informasi terkait dengan pengaturan keuangan ini. Tapi baca artikel mba Manda juga jadi dapat pencerahan soal pengaturan keuangan ini, pandemi ini jadi pelajaran penting bahwa dana darurat sangatlah penting ya mba

    BalasHapus
  23. duuuuh itu BU tedjo hahahaha... aku juga menerapkan nih ilmu - ilmu yang aku dapat dari kuliahku di accounting dulu selama pandemi ini

    BalasHapus
  24. Semenjak pandemi aku pun jadi menghitung ulang kembali untuk catatan keuangan, karena ada beberapa post yang tidak digunakan selama pandemi jadi kita alokasikan untuk ke dana darurat.

    BalasHapus
  25. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tak ada yang tak punya solusi ya Mbak. Bisnis yang ingin bertahan di masa-sama sulit seperti pandemi sekarang harus lah solusif dan kreatif. Jadi pemiliknya harus update terus dengan perkembangan zaman dan perubahan

    BalasHapus
  26. Aku dan suami alhamdulillaah sehati soal keuangan. Ga ada yang ditutup2i segalanya terbuka. Paling susah itu memang menyimpan dana darurat ya. Yang ada tergelitik beli sesuatu yang diinginkan, bukan dibutuhkan hihihihihi :) Ooooh caranya dikalikan 6 gitu ya sebagai dana darurat, sip2 mbak :) TFS.

    BalasHapus
  27. ngakak liat poster bu Tedjo di awal :) tapi bener sih jaman sekarang hape harus digunakan semaksimal mungkin, bukan cuma untuk gibah sama share berita hoax

    BalasHapus
  28. Catet, persiapkan dana darurat buat jaga-jaga. Tetap berkarya meski sedang pandemi. Kita pasti bisa

    BalasHapus
  29. Masa pandemi ini bener-bener krasa betapa penting dana darurat itu ya Mba..
    Harus sehati dengan pasangan soal keuangan dan jangan malas untuk mencatat pengeluaran. Noted banget lah ini..

    BalasHapus
  30. Huahahahaha header postingannya sungguh solutip nih mak, bu Tedjo. Oya bener banget, pandemi ini memberikan hikmah luar biasa jg sama aku akhirnya tergerak buat memulai bisnis

    BalasHapus
  31. dana darurat ku wes ente loh mba hahahaha.. semenjak di PHK dan pemasukan hanya dari satu pintu yaitu suamiku aja, jadi mau gak mau itu dana darurat dipakai deh

    BalasHapus
  32. Saat pandemi kyk gini kudu pinter2 ya utk mengelola keuangan. Udah bener tu solusinya, kalau bisa ya menambah pemasukan, bisa jualan dll :D
    Dana darurat memang harus dipersiapkan sedini mungkin, tapi kalau emang blm ada, sekarang lha saat yang tepat utk mulai nabung plus ngumpulin dana darurat.

    BalasHapus
  33. Fun talk. Really funny because talking about money, i like learning about that

    BalasHapus
  34. Penting banget punya dana darrat ya palagi di masa pandemi seperti ini. Harus sejak dini ya sebisa mungkin punya dana darurat

    BalasHapus
  35. Sejak ada pandemi aku langsung sadar pentingnya dana darurat Manda. Selama ini seringnya nyepelein. Tapi melihat teman-teman yang survive saat pandemi adalah mereka yang punya dana darurat. Jadi mulai sekarang siapin dana darurat deh.

    BalasHapus
  36. Di nyinyirin sama Bu Tedjo, pedesnyaaaa minta ampun.
    Hahahah~
    Seru kalau belajar literasi keuangan dengan FUN begini.
    Tinggal gongnya dipraktekkin niih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tipsnya harus selalu belajar dan praktek niih...
      Soalnya literasi keuangan gak bakal mahir tanpa dipraktekkin.

      Hapus
  37. Nah justru dana darurat ini yg susah banget ngumpulinnya sejak dulu, Manda. Udah habis duluan buat belanja hehehe... Harus mengatur kembali nih keuangan keluarga.

    BalasHapus
  38. Ah iya ya, dana darurat itu penting...
    Duh selama ini susah bgt ngumpulin dana darurat

    BalasHapus
  39. Dana darurat nih yang dipraktekkannya susah2 gampang, tapi penting banget untuk kondisi saat ini yaa

    BalasHapus
  40. Walaupun berat untuk saat ini, lebih baik well prepare diawal untuk antisipasi hal tak terduga nanti, semangat

    BalasHapus
  41. Bner bgt nih, selama pandemi ini msti kreatif dan berusaha. Selain itu harus siapin dana darurat jg , makasih udah mau share ilmunya hehe

    BalasHapus
  42. Dana darurat penting banget ya, kalau dipikir-pikir. Aslinya selama ini nggak kepikiran, yang ada yang disimpen aja, tanpa mikir dana darurat

    BalasHapus
  43. Ah.. bener banget ini mba, bagi yang belum menyiapkan dana darurat, harus mulai dari sekarang ya.. terlebih di tengah pandemi seperti ini

    BalasHapus
  44. ya ampun! aku baca teks di gambar paling atas, suara yg muncul di kepala beneran suara bu tejo.
    gara2 pandemi aku baru ngerasain pentingnya dana darurat, gak nyangka dunia bisa berubah segini drastis

    BalasHapus
  45. iya nih dana darurat adalah salah satu PR saya. berasa pentingnya ketika udah menghadapai situasi kayak sekarang.

    BalasHapus
  46. Talk show dari home credit selalu inspiratif ya?
    Udah beberapa kali saya baca dan ikut, sangat membuka wawasan

    BalasHapus
  47. Makasih banyak rangkuman tips berhemat di masa pandemi gini ya Manda...sebagai pengelola keuangan rumah tangga perempuan emang otak dibalik keberlangsungan rumah tangga yang stabil :D

    BalasHapus
  48. Meski keuangan rumah tangga diatur orangrumah, rangkuman ini bisa menjadi nilai tambah atau pengetahun bagi saya. Tq ya Kak

    BalasHapus
  49. Wah akan sangat Bermanfaat ini,
    Mengingat Keuangan agak goyah saat Pandemi ๐Ÿค—๐Ÿƒ‍♀️

    BalasHapus
  50. Berasa kesindir aku Manda hahaha belum omset 100juta aja keuangannya nggak telaten nulisnya wkwkwk

    BalasHapus
  51. Dana darurat penting sih memang. Dan harus ada sbnrnya. Aku dan suami memisahkan dana investasi dan dana darurat. Itupun yg kami anggab darurat kalo bener2 mengancam nyawa dan ga bisa dicover Ama tabungan ato asset lainnya. Selagi bisa ditutup Ama tabungan lain, aku ga bakal utak Atik dana darurat.

    Jadi karena pakainya blm tau kapan, aku ga pgn nyimpen dana darurat dlm bntuk IDR. Krn nilainya pasti tergerus inflasi. Makanya dari dulu kami rutin beli LM sejak hrgnya masih 400an ribu per gr. Setelah terkumpul cukup utk menutupi biaya 12bulan , ya udah, dana itu kita biarin aja. Dan skr nilainya bahkan udh bisa menutupi 4 THN darurat Krn nilai emas udh makin tinggi :). So ga rugi jadinya walopun barangnya hanya diam di tempat :D. Tapi value-nya naik.

    Kalo investasi baru beda lagi. Yg pasti aku memang ga suka nyimpen uang cash idle terlalu gede di tabungan. Dgn alasan inflasi td. Secukupnya aja utk dipakai bulanan. Sisanya puter di investasi nth itu saham,Reksadana, P2P lending dll :).

    BalasHapus