IBX583577287E51C

Sabtu, 16 Februari 2019

Tips Asyik Menjadi Entrepreneur yang Keren


Expo UKM Istimewa Dinas Koperasi UKM DIY
Expo UKM Istimewa Dinas Koperasi UKM DIY

Bagi saya yang berkarir menjadi entrepreneur, hal tersebut adalah panggilan hati. Ketika seseorang memutuskan menjadi seorang entrepreneur, pastinya dia harus sadar betul bahwa kreativitas dan produktivitas adalah kunci sukses menjadi seorang pewirausaha.


Seorang entrepreneur harus mempunyai bakat alami untuk siap menghasilkan ide dan menerima masukan untuk bisa diterjemahkan dalam sebuah produk yang dihasilkan. Tidak mudah memang, namun rasa puas akan karya yang dihasilkan membuat seseorang menjadi ketagihan berprofesi sebagai entrepreneur.


Hal ini kiranya yang membuat saya pergi mengunjungi pameran "Expo UKM Istimewa" yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta pada 14 - 16 Februari 2019 dengan tema "Menjadi Entrepreneur itu Keren".

Banyak entrepreneur yang telah sukses di bidang yang digelutinya. Hal tersebut tentunya ditentukan oleh banyak faktor yang mendukung seseorang menjadi seorang pebisnis sukses. Mengulik dari banyak relasi yang sudah berhasil sukses dan keren menjadi entrepreneur, saya mencoba menuliskannya ke dalam "Tips Asyik Menjadi Entrepreneur yang Keren".

Yuk simak tulisan saya berikut ini ya.

Kita yang Memilih Berprofesi Sebagai Entrepreneur

Bersama Pelaku Usaha di Expo UKM Istimewa

Bicara tentang profesi sebagai entrepreneur, apa yang Anda bayangkan?

Opini yang terbangun di masyarakat kita bahwa seorang entrepreneur adalah seseorang yang ongkang-ongkang menunggu ide datang, atau membayangkan waktu yang sedikit untuk bekerja dan banyak bersenang-senang?

Benarkah?

Jika hal tersebut yang ada di pikiran Anda, berarti mental Anda belum siap menjadi seorang entrepreneur. Karena sejatinya, seseorang yang sudah memutuskan menjadi seorang entrepreneur justru malah waktu bekerjanya jauh berbeda dari pekerja kantoran. Lebih parahnya, tidak ada jaminan kepastian gaji setiap bulan jika kita masih menjadi start up di suatu produk yang baru saja di-launching.

Dengan skenario terburuk seperti di atas, yakin Anda memilih profesi sebagai entrepreneur?

Alhamdulillah, walau mungkin saya terlambat belajar menjadi entrepreneur, tapi saya berhasil melewatinya dengan baik sampai 2019 ini. Memulai segala hal tentang entrepreneur di tahun 2010. Kiranya benar, bahwa profesi sebagai entrepreneur adalah dipilih, saya tegaskan, kita yang memilih berprofesi sebagai entrepreneur. Karena dengan kita yang menjatuhkan pilihan, artinya kita siap dengan konsekuensi yang mengikuti pilihan yang sudah kita ambil sebagai entrepreneur.

Memahami Fleksibilitas Waktu Sebagai Entrepreneur Sebagai Hal yang Mengasyikkan


Demi apa seseorang memilih profesi sebagai entrepreneur? 
Demi menemukan waktu bekerja yang fleksibel.

Tidak bisa dipungkiri, seorang perempuan adalah sendi utama untuk rumah tangga. Menjadi entrepreneur adalah profesi yang saya rasa cocok bagi kita, kaum wanita. Menghasilkan apapun dari rumah dan lalu me-manager-i nya sendiri sesuai dengan target dan ritme kerja yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kita.

Itulah fleksibilitas waktu yang menyamankan saya menjadi seorang entrepreneur. Fleksibilitas waktu bukan berarti waktu bekerjanya sesuka hati dengan jam kerja yang sebentar. Fleksibilitas seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur?
  1. Menjadi seorang entrepreneur bekerjanya bisa lebih dari 24 jam. 
  2. Di kepalanya berputar-putar ide dan kreativitas yang siap diteruskan menjadi sebuah action. 
  3. Waktu bekerja yang longgar membuat kita harus pintar mencari pekerjaan yang mampu membuat produk yang kita kelola bisa sesuai dengan target penjualan. 
  4. Memikirkan rencana pengembangan produk, diversifikasi produk, kemungkinan produk dan usaha bisa berkembang. 
  5. Menyelesaikan masalah yang timbul bersamaan dengan semakin dewasanya kita menjadi entrepreneur.
  6. Mencari ilmu di semua bidang yang dijumpai selama kita bertemu orang, membangun relasi, menghasilkan produk, dan semuanya tidak selalu ada di dalam teori yang kita pelajari di bangku kuliah. 
  7. Terus belajar dari pengalaman yang kita jumpai di lapangan.
  8. Tidak berhenti untuk terus update dan upgrade perubahan zaman dan permintaan pasar.


Dari uraian sebelumnya, siapkah kita menjadi entrepreneur yang mampu fleksibel?

Hadir di EXPO UKM Istimewa di PLUT JOGJA

Jika jawaban pertanyaan di atas adalah siap,  maka fleksibel yang dimaksud bukan saja fleksibel waktu, melainkan juga fleksibel-fleksibel lain yang membuat kita siap menjadi entrepreneur yang keren.

Fleksibel membuka diri untuk berkolaborasi.

Tips asyik berikutnya adalah siap berkolaborasi. Menjadi entrepreneur itu tidak bisa sendirian. Berkolaborasi dengan banyak dinas terkait yang mendukung kita menjadi seorang entrepreneur yang keren adalah syarat mutlak yang harus di-checklist saat sudah nyemplung menjadi seorang entrepreneur. 


Nah, dalam kesempatan ini, saya akan bercerita juga tentang pengalaman saya mengunjungi EXPO UKM Istimewa yang sedianya diselenggarakan pada 14-16 Februari 2019 ini. Simak ceritaku ya.

Emak Blogger Jogja Main ke PLUT JOGJA di Expo UKM Istimewa

Keseruan pagi ini, berkunjung ke Expo UKM Istimewa yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM DIY. Berkenalan lebih dekat dengan pelaku usaha yang dibina oleh PLUT JOGJA. Dan ternyata, saya menemukan banyak hal menarik di sini. Apa saja?


  1. Setiap daerah di provinsi DIY, ternyata mempunyai produk khas baik makanan maupun kerajinan yang sudah berhasil mencapai pasar ekspor (baca : luar negeri).
  2. Pembinaan PLUT Jogja terhadap UKM binaanya, sudah bisa dikatakan berhasil, karena packaging atau kemasan produk yang dihasilkan sudah menarik dan mempunyai daya jual di pasar modern.
  3. Setiap produk yang ditawarkan disampingnya juga sudah ada kartu nama sehingga memudahkan kita yang datang untuk bermitra dengan mereka.
  4. Produk yang ditawarkan, utamanya yang makanan, hampir sudah menyertakan ijin PIRT.
  5. Beberapa kekurangannya adalah pada saat ditanya tentang saluran pemasaran produknya. Mereka masih memasarkan produknya secara offline, terlihat dari masih ada beberapa produk yang tidak mempunyai akun social media, setidaknya facebook.
  6. Masukannya, mungkin perlu diadakan pameran rutin bulanan sehingga menjangkau pengunjung yang lebih banyak lagi sehingga semakin kenal dengan produk UKM dan memungkinkan bertemunya banyak mitra yang dimungkinkan bisa menjadi kolaborasi dengan UKM peserta pameran.
  7. Secara keseluruhan, saya bangga dengan produk lokal UKM binaan PLUT Jogja, karena produk makanan yang saya cicipi dan beli, tidak ada yang mengecewakan.
Terima kasih kesempatannya untuk bisa mengenal PLUT Jogja dan seluruh pelaku usaha UMKM yang turut serta dalam Expo UKM Istimewa. Sukses selalu menjadi entrepreneur yang keren ya!

Berikut foto-foto keseruan yang saya berhasil ambil sewaktu berada di lokasi :

Mencoba Ecoprint

Ecoprint adalah sebuah teknik pewarnaan alami yang kini menjadi tren kekinian dengan corak dan warna sesuai dengan daun yang kita gunakan untuk proses pewarnaan. Kain dengan warna-warna seperti foto di atas adalah ciri kain yang diwarnai dengan teknik ecoprint.

Inovasi Criping Pisang

Produk UKM yang merupakan hasil inovasi dari criping pisang atau keripik pisang yang sudah biasa kita jumpai. Pisang coklat ini berupa criping pisang yang bertabur coklat bubuk yang rasanya unik dan enak. Pisang ini dihasilkan dari kebun sendiri dan beberapa tetangga yang ada di Gunung Kidul. Lalu mereka berkolaborasi menghasilkan produk UKM Pisang Coklat ini. Wow!

Produk UKM Abon Ibu


Bakpia Jagung dan Olahan Salak



Goku, Growol Kekinian

Coklat Gula Semut

GettookId, Produk Olahan Getuk

Olahan Ikan Lele

UKM yang sudah Menembus Pasar Internasional



Berikut akan saya tuliskan dalam list tentang beberapa produk yang ada di foto-foto di atas. Jika ada yang membutuhkan kontaknya, bisa menuliskan di bagian komentar ya.

  1. Coklat Makaryo Rismiyati @cokelatmakaryo
  2. Legen, minuman sehat dari tetesan bunga kelapa
  3. Olahan Salak dari Paguyuban TKI Purna Turi, Sleman
  4. Wajek Salak Rahayu, Pakem
  5. Cao Daun Kelor, minuman seperti dawet tapi dari daun kelor
  6. Bakpia Rania, Moyudan Sleman
  7. Onde-onde smile, Kalasan
  8. Kripik Bakso Jaya Snack, Kalasan
  9. Coklat Karang Ngalang, KWT Melati Indah
  10. Bakpia dan Jamur Crispy Maesya
  11. Gettook, getuk kekinian
  12. Abon Ibu, abon sapi, ayam dan ikan.
  13. Mlinjo Inovasi Zaki Nutrindo, Bantul
  14. Jamu instan dan jamu cair, Kopwan Jati Husada Mulya Mandiri, Bantul
  15. Olahan Lele dari Mina Abadhi Farm, Bantul
  16. Aneka Kripik, bantul
  17. Macis, aneka olahan sapi
  18. Goku, stick growolku, Kulon progo
  19. Olahan Aloe Vera, Kulon Progo

Beruntung sekali, saya berhasil membawa pulang banyak informasi yang bermanfaat untuk memotivasi saya menjadi seorang entrepreneur yang keren. Beberapa UKM yang sempat saya ajak mengobrol sesaat dan mencerna yang disampaikan dengan ramah menceritakan beberapa hal yang bisa diambil sebagai pengalaman. Tak lupa kartu nama pun disampaikan sebagai tanda kita bisa berkolaborasi. Beberapa produk yang membuat saya tertarik sebagai pengunjung adalah
  1. Uniknya produk yang dihasilkan.
  2. Pemajangan barang yang bisa terlihat namanya.
  3. Produk olahan yang sehat.
  4. Produknya dari bahan yang unik dan khas.
  5. Kemasan produk yang lucu.
  6. Penjaga stan atau owner yang ramah.
  7. Hasil mencicip produk dan menemukan rasa yang enak dan unik.
  8. Serta beberapa hal positif yang saya rasakan dari produk yang dijajakan pada saat Expo UKM Istimewa ini.
Salam sukses bagi entrepreneur semuanya!


28 komentar:

  1. Aku kemarin habis workshop tenantnya udah mulai kukut jadi belum liat semuanya nda. Tapi lumayanlah bisa jajan hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah blm s4 liat yg bagian lurik, di sebelah mana ya beb, kuningnya apik yaaaa

      Hapus
  2. Wah senang sekali banyak produk UKM ya di sana. Enak2 kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, Dii... Besok yg Jogja Halal ikut yuk..

      Hapus
  3. Semoga para entrepreneur sukses dibidangnya ya apalagi dibantu oleh PLUT Jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinnn. Kegiatan PLUT DIY positif dan mendukung UKM lebih maju dan mampu bertumbuh.

      Hapus
  4. Wah mantap ulasannya mbak. Aku di sana selain ikut workshop berencana icip icip yang ena enam eh dapet cokelat gula semut dari kulonprogro. Rasanya mantul!!!

    BalasHapus
  5. Aku kemarin juga ke sini.. Eventnya keren..banyak ilmu yang bisa didapat...jajanannya juga banyak, dan semua enak...😀

    BalasHapus
  6. Duh Manda. Wajahnya selalu HEPI di setiap kesempatan. Apalagi kalau datengin kulineran kek gini. Pasti tambah girang ❤️😍

    BalasHapus
  7. Foto produknya banyak banget dan beragam, eh kain eco-printnya juga bagusss... *kainnya loh bukan orangnya, hehe :P

    BalasHapus
  8. Wahhh... Manda ga ngajak-ngajak nih.. hehehehe...
    aku masih butuh banyak ilmu untuk jadi entrepreneur :)

    BalasHapus
  9. Keren ya Manda DInas Koperasinya. Lebih keren lagi para entrepreneurnya. Kebayang kalo hadir di sana, rasanya susah menahan diri untuk tidak belanja hasil-hasil produksi mereka yang kreatif dan inovatif, enak pula.

    BalasHapus
  10. wah keren banget produk umkmnya banyak dan beragam. jadi pengen jajaaan deh

    BalasHapus
  11. Unik banget nama produknya pingin cobain semua hah, semua dari jogja ya itu? deket dong sama Solo hihi

    BalasHapus
  12. Wah produk UMKM nya beragam ya mbak. Semoga hadirnya teknologi dapat mengembangkan produk UMKM bangsa ini. Salam dari Bojonegoro

    BalasHapus
  13. Ecoprintnya cakepppppp banget yaaa. Dan memang industri dari lini terbawah memang butuh dukungan maksimal, biar punya daya saing!

    BalasHapus
  14. seru ya ngeliat umkm umkm zaman sekarang, sudah banyak yang brandingnya bagus bagus <3

    BalasHapus
  15. OMG ini gemeesshh gemesshh banget produknyaaaa....! Aku kalo cuss ke sana dijamin kalap boroooong semuanyaaaa :D
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  16. Batik pewarna alam mulai di hit kan ya, di Sleman (jika gak salah ingat/info), dibudidayakan tanaman yang dipakai sebagai bahan pewarna alam batik. Diharapkan bisa menghasilkan batik yang ramah harga sehingga akan lebih banyak diminati.

    Honestly, aku kok yo telat gak teko event kece ini (nangiiiis)

    BalasHapus
  17. Wahh senangnya bisa lihat langsung berbagai produk hasil UMKM yaa.. Jogja emang istimewahhh

    BalasHapus
  18. Wah....produk² UKM nya banyak dan pasti enak-enak. Jadi pengen juga buka usaha makanan seperti mereka

    BalasHapus
  19. Wahh produk UKM nya banyak juga yah...banyak cemilan yang kayaknya enak2 juga buat dicobain

    BalasHapus
  20. onde-onde smile kayaknya lucu deh, dah kebayang bahagianya kalau lihat tuh onde

    BalasHapus
  21. keren banget nih, bisa menimba ilmu di acara seperti ini. Anak anak muda harus tau tentang enterpreneur supaya Indonesia bisa lepas dari ketergantungan kepada negara adidaya.

    BalasHapus
  22. Waaahh seru acaranya, biasanya kalau dah kumpul2 di acara itu jd semangat mengembangkan usaha ya mbak.
    Apalagi di Yogya banyak hal bisa dieksplor dikreasikan dijadikan usaha :D

    BalasHapus
  23. Acaranya seru banget dan bermanfaat sekali ya jadi menambah motivasi untuk bisa berwirausaha juga

    BalasHapus
  24. Wah produk ny keren keren , inovasi semua sakit deh sama ide ny sukses ya buat para wirausahawan Indonesia

    BalasHapus
  25. menjadi pengusaha itu mmg kereenn bangett ya bisa bbas dan ngatur wktu sendiri, skr aja sy sdh kerja tpi masih bercita2 pegnen jadi enterpreneur di bidang yg sy sukai... hehe

    BalasHapus