IBX583577287E51C

Senin, 31 Desember 2018

5 Perbedaan Print Kaos DTG dengan Sablon Manual


Halo sahabat Manda, kali ini Manda mau berbagi cerita tentang kaos printing dan kaos sablonan. Tentunya sudah terbiasa membaca di distro kaos atau di factory outlet tentang kedua jenis kaos tersebut. Zamannya kaos kembaran sebagai couple menginspirasi munculnya kaos-kaos kreatif yang dengan mudah bisa kita cetak sendiri.

Berawal dari rasa ingin tahu, Manda mulai mencari perbedaan antara print kaos dengan metode DTG dan metode sablon manual. Penasaran? Yuk kita intip perbedaannya!
Apa saja perbedaan yang ada antara print kaos dengan metode DTG dibandingkan dengan sablon secara manual beserta kelebihan dan kekurangannya?

Metode sablon dengan cara manual maupun menggunakan metode print kaos DTG merupakan dua cara yang umum dilakukan oleh para perusahaan sablon kaos di Indonesia. Keduanya memiliki beberapa keunggulan, dan tentunya akan terdapat beberapa perbedaan yang mendasar antara kedua metode tersebut. 

Beberapa perbedaan yang akan dibahas di sini antara lain dimulai dari seperti apa metode pengerjaan antara keduanya, lalu apa saja pilihan warna yang bisa dikerjakan, kemudian sebagus apa daya tahan sablon dari keduanya, lalu berapa lama pengerjaan, serta apa saja desain sablon yang bisa dikerjakan. 

Tetapi kami ingin mengingatkan bahwa perbedaan-perbedaan di sini tidak bersifat mutlak, karena semuanya tergantung dari keahlian operator atau tenaga kerja di lapangan, serta bagaimana ketelitian dan perawatan yang dimiliki oleh masing-masing pelaku usaha. 

Berikut ini 5 perbedaan print kaos DTG dengan sablon manual tersebut, yang diharapkan bisa dijadikan acuan dalam memilih metode sablon. 

Metode Pengerjaan 

Pertama kita bandingkan dari metode pengerjaannya, dimana print kaos DTG menggunakan mesin atau alat khusus yang dapat mencetak langsung di kaos, sementara sablon manual menggunakan teknik yang lebih “manual” yang membutuhkan kecermatan dan ketelitian dari pekerjanya. 

Sablon manual menggunakan alat yang disebut dengan screen, dimana alat tersebut nantinya akan diisi dengan tinta dan ditempelkan gambar yang ingin dicetak. Sementara pada DTG, file desain hanya perlu di input melalui komputer dan nantinya akan langsung mencetak di bidang kaos layaknya printer kertas pada umumnya. 

Pilihan Warna 

Selanjutnya terkait pilihan warna, print kaos DTG dapat mencetak warna apapun dengan hasil serta pewarnaan sesuai dengan desain yang di input ke dalam mesin tersebut. Sementara pada sablon manual, pewarnaan dilakukan secara terpisah untuk masing-masing warna sehingga desain yang bisa dikerjakan sangat terbatas dari segi warna. 

Daya Tahan Sablon 

Untuk daya tahan, masing-masin teknik sablon, baik itu print kaos DTG maupun sablon manual sama-sama tahan lama asalkan pengerjaan dilakukan dengan benar, dan tinta yang digunakan juga merupakan tinta yang berkualitas. 
Lama Pengerjaan 

Untuk lama pengerjaan, pada mesin print kaos DTG sangat bervariasi, tetapi apabila menggunakan mesin DTG terbaik atau yang kualitas tinggi pengerjaan 1 buah kaos bisa diselesaikan dalam hitungan detik saja. 

Sementara untuk sablon manual, sangat bergantung pada beragam faktor, mulai dari faktor SDM atau jumlah tenaga kerja yang mengerjakan, hingga faktor cuaca dan juga kesiapan alat-alat pendukung sehingga lamanya bisa bervariasi. 
Jenis Tinta Sablon 

Kedua metode ini sama-sama mampu menggunakan beragam jenis tinta sablon, bahkan untuk menghasilkan sablon timbul sekalipun. Akan tetapi, dikarenakan pada print kaos DTG menggunakan mesin dan bukan tenaga manusia, maka kualitasnya bisa sangat menurun drastis terutama untuk pengerjaan sablon dalam jumlah besar. 

Satu hal yang dapat dipastikan, sablon manual bukanlah pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin membua usaha sablon kaos satuan dikarenakan biaya produksi yang akan melambung tinggi, tetapi seiring dengan kuantitas yang bertambah maka biaya tersebut akan lebih murah dibandingkan print kaos DTG. 

Karenanya, pertimbangkan dengan matang jenis usaha serta sasaran yang ingin dicapai, supaya dapat memilih metode yang tepat menggunakan alat serta mesin yang tepat pula sebelum memulai usaha print kaos.

9 komentar:

  1. Kalo di mall-mall sering ada yang jual baju anak-anak bisa minta dicetakin namanya itu termasuk apa Manda? Sablon ya? Cepet banget bisa langsung jadi. Ehe

    BalasHapus
  2. Aha, kesempatan usaha sablon kaos nih Manda. Thank u

    BalasHapus
  3. Walahh,.. aku tu kalo pake kaos ya tinggal pake aja, ga pernah mikir ini printing atau sablon manual :)
    Baca ini jadi tambah ilmu tentang print kaos.
    Makasih, Manda, atas sharingnya..

    BalasHapus
  4. Utamanya mungkin dikuantitas pembuatan ya mb, kl manual harus order banyak (ada min order) sementara yang DGT berapapun ordernya ok. Siip.. Tfs mb...

    BalasHapus
  5. Wah pembahasannya menarik. Aku dulu tukang kaos, ngurus kaos dari belanja kain, sampai produksi selesai, pemasaran, dll... Ah jadi kangen kan... :)

    BalasHapus
  6. Thank Manda infonya .jadi ngerti kualitas sablon. Pantesan ada yg awet, ada yg mudah pudar. Ternyata teknik pengerjaannya juga beda

    BalasHapus
  7. Jaman anak-anak TK, aku bagian seksi perkaosannnn, nyar info tukang bikin kaos kesana kemari ☺️

    BalasHapus
  8. Baru tahu bedanya sablon manual dengan proses DTG. Bisa jadi pertimbangan juga saat memilih kaos sablon.

    BalasHapus
  9. Waaaaah baru tau kayak gitu perbedaannya :D

    BalasHapus