IBX583577287E51C

Kamis, 23 November 2017

Bros Cantik Berbahan FIMO Polymer Clay

FIMO Polymer Clay

Berkesempatan mengenal FIMO dan Polymer Clay di Joglo Ayu Tenan. Pagi ini, Manda bersemangat sekali untuk ikut workshop membuat Bros dan Pendant dari bahan Polymer Clay. Mendengarnya sebagai hal baru, tentunya saya sebagai blogger tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar. Bukankah belajar tidak mengenal usia dan waktu? Selama masih diberi nafas, ayuk terus belajar di universitas kehidupan.

Gelang Berbahan Polymer Clay

Polymer clay dalam bahasa Indonesia, dikenal sebagai lempung polimer, yaitu bahan yang dapat dibentuk yang berbahan dasar polivinil klorida (PVC) polimer. Polymer clay umumnya tidak mengandung lempung, namun disebut lempung karena bentuk dan sifatnya yang menyerupai lempung. 



Seharian ini, Manda akan bermain dengan FIMO Polymer Clay ini dalam menghasilkan bros dan pendant yang bisa dipakai untuk aksesoris mempercantik hijab Manda. Ternyata produk FIMO ini banyak sekali macamnya, hampir semuanya lucu-lucu dan sedihnya karena baru tahu sekarang. Bahan ini aman ditangan dan aman ketika dipakai sebagai aksesoris. 

Joglo Ayu Tenan Gallery

Bertempat di Joglo Ayu Tenan, Pogung Baru D-31A Yogyakarta. Sebuah bangunan Joglo milik mba Yayuk yang dipergunakan sebagai tempat workshop, sekaligus showroom dan gallery bagi hasil karya handcrafted yang dikerjakan oleh teman-teman Joglo Ayu Tenan. Hasil dan prestasi yang telah dicapai oleh Joglo Ayu Tenan menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, anak Indonesia, yang mampu mengharumkan nama bangsa dengan membawa ciri kebudayaan kita sampai ke manca negara. Terus berkarya dan membawa harum nama bangsa Indonesia ya mba Yayuk dan teman-teman.

Berikut adalah pojok-pojok di Joglo Ayu Tenan Gallery yang memamerkan produk yang dihasilkan secara kolaboratif. Mengangkat tumbuh-tumbuhan di Indonesia sebagai pewarna alami membutuhkan kerja sama sampai kemudian dihasilkan pewarna alami dan produk yang cantik-cantik yang beraneka ragam di Joglo Ayu Tenan ini.








Tak heran jika mba Yayuk Sukardan dan tim berhasil mendapatkan pengakuan dan prestasi di kancah nasional maupun internasional. Produk yang kami saksikan di Joglo Ayu Tenan dihasilkan secara kolaboratif dan mengangkat budaya Yogyakarta. Selain pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan yang dijumpai di Indonesia, juga tidak melupakan desain dari kebudayaan yang kita miliki.


Berkenalan dengan mba Yayuk Sukardan dan mba Neverta yang akan membagikan ilmunya pada hari ini. Keduanya humble person yang memesona dalam karya. Keduanya tidak pelit ilmu, membagikan kepada kami (yang notabene blogger, pegangannya tuts keyboard) dan lalu diajak menghasilkan karya dari Polymer Clay. Keduanya menyenangkan menjadi mentor di siang hari ini, dengan kesabaran dan tutur yang menyenangkan, tidak bosan rasanya kami belajar membuat Polymer Clay lagi ke Joglo Ayu Tenan. Ilmu dan tips yang dibagikan kepada Manda, tentunya sesuatu yang berarti sekali bagi mereka, terima kasih berkenan berbagi, sukses selalu ya mba Yayuk dan mba Eta.

Mba Yayuk dan Mba Eta

Memperkenalkan apa itu FIMO polymer clay, beserta bahan yang ada di depan kami, tibalah sesi yang dinanti yaitu workshop membuat bros dan pendant berbahan polymer clay. Yuk, ikuti cerita Manda ini sampai tuntas ya.

Bros dan Pendant Cantik Berbahan FIMO Polymer Clay

Wajah Pagi yang Segar yang Akan Menuntut Ilmu Membuat Bros dan Pendant


Senyum Sumringah Bermain dengan FIMO Polymer Clay


Mengawali workshop ini, seperti biasa mari kita wefie dulu ya. Cekrek! 

1. Mengenal FIMO Polymer Clay


Bahan utamanya adalah polymer clay, kali ini kami menggunakan soft FIMO polymer clay. Bentuknya padat, namun setelah diremas-remas, akan menyerupai was. Bagi yang bertangan hangat seperti Manda dan barbie, sebaiknya meremasnya tidak usah terlalu lama, karena akan lentur sekali dan susah dibentuk.

Tips : Meremas polymer clay secukupnya, sampai tidak ada retak ketika akan dibentuk. Apabila terlanjur menjadi lembek, solusinya menaburkan baby powder atau dimasukkan ke dalam kulkas sebentar.

2. Bentuk Polymer Clay sesuai bentuk bros atau pendant yang dimaui.

Warna Manda untuk Bros yang Manda buat

Pipihkan dan mulai dibentuk

Sebenarnya, bentuk awal dari yang kita maui menjadi bros atau pendant bisa dari memipihkan bentuk aslinya, baik itu bulat, tetes air, atau lonjong. Ternyata ada tekniknya membuat bulatan bakso dari polymer clay ini. 

Tetes Air dari Polymer Clay yang akan dibuat pendant

 3. Memulai Membuat Pernak Pernik 3D untuk Ditaruh di bagian Bros atau Pendant


Karya seni, tidak ada penilaian baik dan buruk, benar dan salah dalam karya seni. Setiap orang mempunyai imajinasi dan kreativitas sendiri dalam mencipta karya buatannya. Menjadi fair bagi kita, ketika tidak ada judging tentang karya terbaik atau karya paling benar. 

Demikian juga saat enam orang blogger ini berkumpul untuk membuat karya seni dari polymer clay, dengan mentor yang sama pun, hasil yang dihasilkan berbeda. Begitulah hasil karya seni, tidak bisa ditiru karena setiap karya dihasilkan oleh jari dan tangan yang unik dan khas.

Bunga Mawar

bunga lebih sederhana

daun

Ketelatenan dan kesabaran, itulah ciri keberhasilan membuat cros dan pendant berbahan polymer clay ini. Bagaimana tidak, bros yang dibuat kurang lebih berukuran 4 x 8 cm, otomatis bunga-bunga yang menghiasinya berukuran lebih kecil dan ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan bros dan pendant sesuai yang dimau.

Tenang, tenang, jangan penasaran yaaa.. Manda juga akhirnya berhasil membuat bros dan pendant di workshop FIMO Polymer Clay setengah hari ini. Yeaaaayyy!

Manda dan FIMO Polymer Clay

4. Memberi Glitter supaya lebih cantik dan lalu Meng-Oven Bros dan Pendant

Setelah berhasil menyusun bunga, daun dan akar serta hiasan lain yang akan dijadikan bros dan pendant. Langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam oven. Eits, bukan untuk dimakan ya, melainkan untuk membuat Polymer Clay tersebut matang. Matang di sini artinya, keras dan menampel sehingga tidak berubah bentuk dan tidak pecah ketika dibanting.

Tips : FIMO Polymer Clay ini menurut aturan yang tertera di plastik pembungkusnya, dioven selama 30 menit di suhu 110 derajat celcius dengan panas merata (di sisi atas dan bawah). Nah, cirinya polymer clay yang berhasil adalah tidak pecah ketika jatuh.


5. Setelah Bros dan Pendant Kering, Lalu di Varnish supaya glitter menempel sempurna.


Nah demikian hasilnya, bagian terakhirnya adalah memberi tempelan kancing untuk bros atau memasang pendant sesuai yang dimaui. Menyenangkan sekali ya aktivitas menghasilkan bros dan pendant dari bahan Polymer Clay yang ternyata memang tidak ada istilah gagal dalam menghasilkan karya seni.
 

 

Yeaaay, ini bros dan pendant yang kami hasilkan di workshop blogger bersama Joglo Ayu Tenan


Tak lupa berfoto dengan mentor yang sabar sekali, pemilik Neverta Gallery yang memang jago dalam menghasilkan karya seni dari bahan polymer clay. Selain gelang yang kece di foto di atas yang berhasil dibuat mba Eta, ternyata ketrampilan tangannya sungguh lincah mengkreasikan polymer clay menjadi produk yang apik.

Pendantku dan mba Eta

Terima kasih mba Yayuk dan Joglo Ayu Tenan yang telah memfasilitasi seluruh kegiatan bermanfaat dalam workshop blogger di Joglo Ayu Tenan. Terima kasih juga kepada mba Eta, Neverta Gallery dan juga FIMO Staedtler Indonesia yang telah memfasilitasi bahannya. Sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu didekatkan menjadi insan yang produktif dan bermanfaat bagi sekitar. Aamiiinn.

Blogger Jogja di Joglo Ayu Tenan


1 komentar:

  1. belajarlah sebanyak-banyaknya dan ajarkanlah untuk orang lain agar supaya pahalanya tak terputus.... haseeek...

    BalasHapus