IBX583577287E51C

Senin, 02 Oktober 2017

Royal Golden Eagle Mendukung Perkembangan Anak Indonesia


Anak adalah masa depan bangsa. Maka, perkembangan anak-anak dalam bidang apa pun wajib didukung. Hal inilah yang tengah dilakukan oleh pendiri Royal Golden Eagle (RGE), SukantoTanoto, melalui Tanoto Foundation yang didirikannya. Sukanto Tanoto dikenal sebagai pengusaha sukses yang membesarkan Royal Golden Eagle. Ia mendirikannya pada 1973 dengan nama Raja Garuda Mas

Sesudah itu, berkat tangan dingin dan kerja kerasnya,  RGE berkembang pesat menjadi korporasi skala internasional dengan aset senilai 18 miliar dollar Amerika Serikat dan mempekerjakan 60 ribu karyawan. Kini Sukanto Tanoto memegang kendali Royal Golden Eagle dengan posisi Chairman. Namun, di tengah kesibukannya dalam mengelola bisnis, ia masih sempat berbagi kepada sesama.

Cara yang dilakukannya adalah dengan mendirikan Tanoto Foundation.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh Tanoto Foundation. Salah satu fokusnya adalah bidang pendidikan termasuk edukasi untuk anak. Tanoto Foundation tahu persis ada problem khusus terkait kebutuhan ruang terbuka untuk anak pada masa kini. Seiring dengan perkembangan zaman, lahan semakin sempit. Kondisi ini amat terasa di kota besar seperti Jakarta. Nyaris tidak ada area yang dapat dimanfaatkan oleh anak untuk beraktivitas.

Menurut pengamat tata kota UniversitasTrisakti, Nirwono Joga, ruang terbuka hijau di Jakarta sangat minim. Pertumbuhannya dari waktu ke waktu juga nyaris statis. Sebagai gambaran, Nirwono menyatakan bahwa pada tahun 2000, jumlah ruang terbuka hijau di Jakarta sebesar sembilan persen dari total lahan. Namun, hingga Mei 2017, jumlahnya hanya bertambah menjadi 9,98 persen. Artinya, penambahannya dalam 17 tahun tidak sampai satu persen.

Padahal, sesuai Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, ruang terbuka hijau hendaknya mencapai 30 persen dari total luas lahan. Kondisi sekarang jelas jauh di bawah aturan yang berlaku. Situasi semakin mengenaskan jika dipersempit ke ruang terbuka ramah anak. Jumlahnya akan jauh lebih minim. Padahal, anak-anak membutuhkan ruang untuk bisa berekspresi.

Patut diketahui, bagi anak, bermain bukan sekadar bersuka ria. Bagi mereka, aktivitas main merupakan cara untuk berkembang baik dari segi fisik maupun mental. Akibatnya, ruang bermain yang ramah untuk anak amat diperlukan.

Inilah yang disadari oleh Tanoto Foundation. Maka, yayasan sosial yang didirikan oleh pendiri RGE ini tak ragu ketika diajak oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendirikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).


Pada dasarnya, RPTRA merupakan konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan yang melayani kepentingan masyarakat yang ada di sekitarnya. Ruangan itu seperti perpustakaan, PKK Mart, dan ruang laktasi, dan lainnya.

Biasanya RPTRA dibangun di tengah pemukiman warga, terutama pemukiman warga lapisan bawah dan padat penduduk. Ini bertujuan supaya manfaat RPTRA bisa dirasakan oleh warga di sekitar.

Saat membangun RPTRA, pemerintah daerah berkolaborasi dengan pihak swasta. Mereka mengajak berbagai pihak berpartisipasi dalam naungan kegiatan Corporate Social Responsilbility. Nantinya pemerintah akan mencarikan lahan, sedangkan swasta membantu pembangan fasilitas RPTRA.

Tanoto Foundation ikut berpartisipasi dalam misi pengembangan kreativitas anak yang menjadi program pemerintah daerah DKI Jakarta tersebut. Mereka mendukung pembangunan RPTRA Akasia yang di kawasanTebet Barat, Jakarta Selatan.

FASILITAS LENGKAP
  
Mulai dibuka pada 21 Oktober 2016, RPTRA Akasia memiliki fasilitas yang sangat lengkap untuk perkembangan anak. Di lahan seluas 2.400 meter persegi itu terdapat area bermain bagi anak. Ada sejumlah wahana bermain yang disukai anak seperti arena panjat tali dan ayunan. 

Bahkan, terdapat juga ruang bermain pasir yang aman untuk anak. Sarana olahraga juga dimiliki RPTRA Akasia. Di sana terdapat lapangan yang bisa berfungsi sebagai arena basket maupun futsal. Banyak sekali anak yang memanfaatkannya sehingga dibuat metode penjadwalan khusus agar teratur.

Sementara itu, untuk mengasah pengetahuan anak ada fasilitas perpustakaan. Di dalamnya terdapat koleksi bacaan yang menarik bagi anak. Tentu saja semua disediakan oleh Tanoto Foundation, yayasan sosial yang didirikan oleh pendiri Royal Golden Eagle, SukantoTanoto.

Namun, ada satu hal yang cukup menarik perhatian di RPTRA Akasia. Di dalamnya terdapat berbagai jenis pohon yang dilengkapi dengan data-datanya. Ini berguna sebagai informasi dan pembelajaran bagi anak-anak dalam mengenal beragam jenis pohon.

Tanoto Foundation berharap kehadiran RPTRA Akasia akan memberi dampak positif bagi anak-anak di sekitar lokasinya. “Dengan keberadaan RPTRA Akasia, kami berharap anak-anak di Tebet Barat dan berbagai kawasan di sekitarnya dapat bermain dan belajar, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Head of Tanoto Foundation Executive Board, Sihol Aritonang.

Yayasan nirlaba yang digagas oleh Chairman Royal Golden Eagle ini amat mendukung kehadiran RPTRA. Pasalnya, ini sejalan dengan amanat pendiri mereka, Sukanto Tanoto. Ia tidak pernah jemu untuk mengajak semua orang agar selalu bersemangat belajar. Bagi Sukanto Tanoto, pelajaran tidak dibatasi di dalam ruangan kelas, namun bisa didapatkan darimana saja.

“Dukungan kami sejalan dengan prinsip pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto. Mereka percaya bahwa pelajaran tidak harus diperoleh dari dalam kelas, tapi juga bisa didapat dari lingkungan sekitar,” papar Sihol. 

Kehadiran RPTRA Akasia ini akhirnya memang bermanfaat bagi anak dan warga sekitar secara umum. Banyak orang yang memanfaatkannya untuk beragam aktivitas. 

“Mewakili warga Tebet Barat, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation. Dulu ini adalah kawasan yang terlupakan, telantar, dan tidak teratur. Sekarang area ini menjadi tempatbermain yang aman dan nyaman bagi anak. Sekali lagi, terimakasih,” ujar Kepala DesaTebet Barat, Muhamad Nur.

Selain membangun RPTRA Akasia, cukup banyak dukungan yang diberikan olehTanoto Foundation bagi perkembangan anak di Indonesia. Di Jakarta saja misalnya. Yayasan sosial yang didirikan oleh pendiri RGE ini tercatat memugar sembilan lokasi Pendidikan Anak Usia Dini. Salah satunya adalah PAUD Cempaka. Berlokasi tidak jauh dari kawasan RPTRA Akasia, kondisi PAUD Cempaka mulanya tidak nyaman. Atap belum diberi plafon sehingga suasana kelas terasa panas. Selain itu, fasilitas belajar yang dimiliki juga kurang.

Namun, berkat sumbangan Tanoto Foundation, PAUD Cempaka kini semakin baik. Bangunan dipugar dan fasilitas ditambah. Akibatnya proses belajar menjadi lebih optimal. Salah satunya berkat bantuan pembangunan pagar di sekeliling PAUD.

“Sebelumnya aktivitas fisik yang dilakukan anak hanya terbatas di dalam ruangankelas. Sekarang, karena halamannya luas, kami bisa menggelar beragam kegiatan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak,” papar salah seorang guru PAUD Cempaka, Resmi Anim.

Tanoto Foundation memang sangat mendukung upaya perbaikan beragam fasilitas pendidikan. Bersama dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup, hal itu diyakini sebagai kunci untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Kebetulan itulah yang menjadi misi Tanoto Foundation. Yayasan sosial yang didirikan pendiri RGE ini ingin menghapus kemiskinan dari negeri kita melalui beragam kegiatan yang dilakukan. Salah satunya pengembangan anak lewat RPTRA maupun PAUD. 

Sumber : http://www.kisekii.com/2017/07/saran-sukanto-tanoto-untuk-pebisnis-muda.html

2 komentar:

  1. Benar, harusnya setiap PAUD dibantu supaya merata.

    BalasHapus
  2. Ruang terbuka publik, area hijau dan area ramah anak anak seperti ini yg dibutuhkan di kota kota. Beruntung ada RGE mendukung hal tersebut...

    BalasHapus