IBX583577287E51C

Senin, 19 September 2016

7 Alasan Memberi Copyright Pada Foto Selfie

www.tamasyaku.com
Foto yang Rawan di Copy

Kalau kita punya sesuatu, pasti ada bukti kepemilikan dan itu menjadi sah menjadi hak milik kita. Sebagai contoh saja kendaraan bermotor, kita mengenal ada BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). Yang artinya, boleh dipinjam itu kendaaraan tapi tidak boleh dijual. Saat meminjam pun, pasti ada dialog dengan si empunya kendaraan, diijinkan atau tidak meminjam kendaraan tersebut. Ya, itulah etikanya. Sebuah etika meminjam kendaraan bermotor yang notabene milik orang lain.

Kenapa sih, manda yang fotonya masih ala-ala kok tetiba nulis tentang Copyright Foto, ya justru karena foto saya ala manda, makanya mau curcol di rumah saya sendiri ya blog ini. Takutnya kalau nanti foto-foto selfie saya di crop sebagian kan rasanya jadi sedih, huhuhuhu. Sedihnya karena muka saya ilang, wkwkwkwk. Namanya foto selfie, bawa tongsis, kan jelas pake HP si empunya foto, kalau tiba-tiba di crop kan sedih dong muka saya masuk recycle bin. Aw aw aw aw.


Selain dari gak rela masuk recycle bin, sebenarnya manda mau berbagi aja tentang seperti apa sih suka duka hobi nyelfie. Ini untuk reminder ke diri saya sendiri, biar saya lebih menghargai hasil foto orang lain (berlaku juga untuk foto-foto panda yang biasanya langsung saya comot dari SD Card DSLRnya).

Foto yang Rawan di Crop


Satu : Tebal Muka

Bacanya jangan salah ya, bukan tebal kantong lho ya. Yup, tebal muka, orang yang hobi nyelfie seperti saya, pastinya jadi bahan ledekan ketika berada satu ruangan dengan orang yang tidak terbiasa dikit-dikit mengambil gambar sendiri. Eh jangan salah lho ya, selfie juga butuh keterampilan tangan dan melihat angle yang tepat untuk membuat foto selfie menjadi menarik untuk dilihat. Selain itu, untuk bisa selfie juga harus didukung kamera depan yang pas dan bagus untuk menghasilkan gambar selfie yang jelas orangnya. Lah kalau selfie trus karena diledekin tangannya gerak, hasilnya ngeblur, kan sayang banget. So, kudu tebal muka. Buat saya sekarang, selama saya menghargai privacy orang lain (tidak mengambil gambar orang lain), saya mah tebal muka aja foto selfie. Toh nanti ada juga yang mendatangi dan foto bersama (wefie). Seru kok! Makanya kalau mau nge-crop foto selfie yang barengan, cantumkan copyright ya, kan kasihan yang tebal muka kalau masuk di trash.


Dua : Kudu Percaya Diri

Percaya diri nggak cuma kalau mau nyanyi atau pentas di panggung ya. Tapi juga saat mengangkat tangan yang ada handphonenya, trus mengarahkan kamera depan ke wajah, dan wajah kita senyum sampai manyun karena mau dijepret. Gimana rasanya? Bisa membayangkan kan? Manda dulu awal-awal selfie juga pakai malu-malu, alhasil foto-fotonya jadi bukan saya. Terlebih kalau difotoin orang, angle nya suka kurang tepat menurut saya yang punya wajah dan tubuh. Akhirnya, membulatkan tekad untuk percaya diri, demi bisa menghasilkan foto selfie yang sesuai selera manda. Itulah kenapa, percaya diri sebelum selfie penting ya!

candi di Yogya
Foto yang Rawan di Crop Meski Ada WATERMARK


Tiga : Perlu Ijin

Untuk beberapa foto koleksi manda di sebuah room yang privacy, seperti di dalam museum atau di public area, manda tidak pernah lupa untuk meminta ijin mengambil gambar. Walaupun itu selfie manda di tempat tersebut yang tentunya bisa menjadi ajang promosi gratis kalau orang tertarik ingin tahu dan mengunjungi tempat tersebut.

Karena pengalaman manda, di stasiun bawah tanah sewaktu ke Roma, manda didatangi oleh petugas stasiun (semacam polisi stasiun) dan meminta semua foto di dalam stasiun dihapus. Duh, rasanya "sesuatu" dan pembelajaran yang baik untuk manda ketika mau mengambil gambar di public area. Makanya, yuk belajar menghargai hasil karya foto orang lain, karena ngambilnya pasti tidak gampang!

Foto yang Dimodifikasi

Foto Sambal Tempe by Manda

Empat : Perlu Bawa Tripod dan Uborampe yang Berat

Tripod untuk kamera handpohone masih ringan, pas acara Zenvolution 2016, untuk mengambil foto yang long exposuire dari kamera handphone, kita dibagi satu-satu tripodnya. Dan jadi ketagihan untuk membawa tripod mini itu serta. Long exposure yang kece-kece sudah dipraktekkan teman-teman peserta Incredible Race ASUS, tinggal googling aja "long exposure + zenfone 3 + incredible race ASUS". Nah, uborampe berikutnya untuk manda adalah topi, jaket, syal, selendang, sepatu, baju yang matching, serta membawa power bank dan charger. Yang paling penting adalah charger dan powerbank, dua hal tersebut akan membuat kelimpungan dan mati gaya ketika mau selfie baterenya habis, hahahaha. Nah, karena foto selfie atau wefie itu butuh peralatan dan energi untuk membawanya, hargai hasil karya orang lain yuk!

Lima : Tongsis dan Tremor

Kalau di atas kita bahas tripod, salah satu peralatan fotografi yang tidak perlu dipegang dan cukup diletakkan saja. Bagaimana dengan tongsis? Nah, andalan manda banget ni barang. Tongsis! si tongkat narsis. Tongsis yang ketiga yang manda beli ini, memang ajib banget saat dipakai. Selain bisa diatur naik turun, ke kiri dan ke kanan, dipanjangkan dan dipendekkan tanpa takut ngleyot, ini tongsis kece! Tapi ya itu tadi, tongsis ini berat sodara-sodara. Tak jarang manda diledekin tremor atau kelaperan ketika memegang tongsis ini dan sampai bergetar. hahahahahahaha. Buat manda sendiri, seneng kok bawa tongsis trus ajak temen-temen foto, trus hasilnya pada suka dengan foto-foto wefie kita. Itu sudah merupakan kebahagiaan untuk manda. Tapi kalau mau ditulis sumbernya dari manda atau primastuti satrianto atau www.tamasyaku.com atau www.ceritamanda.com lebih suka lagi lho. Siapa tahu, ada penawaran foto selfie atau lomba foto selfie yang mencolek saya, ya kan? Namanya rejeki itu orang tidak akan pernah tahu darimana arahnya.

ASUS Zenvolution 2016

Arisan Ilmu Emak Blogger Jogja
Enam : Butuh Waktu Sampai Tempat Sepi

Pernah nggak mengunjungi tempat yang sepi? Enak ya dipakai foto. Nggak perlu dikit-dikit, maaf ya mba, saya mau selfie. Atau bisa geser dikit nggak mba, itu patungnya ketutup. Atau bermuka masam karena 30 menit nungguin orang selfie di depan candi cetho dan itu keburu kabutnya turun. hahahahaha. Ya begitulah suka dukanya. Selfie yang memang mau sendirian, bagus dilakukan di tempat yang sepi. Sering-sering latihan melihat angle yang bagus dari muka sendiri. Jadi, ketika selfie dilakukan di keramaian, kita sudah siap maksimal 1 menit saja untuk ambil 5 foto dengan nyingkirin orang di keramaian. hahahahahaha.

Angle

Tujuh : Butuh Kenal Angle dan Kejelian Objek

Bahasa lainnya adalah kita butuh naluri dan pakai perasaan saat selfie atau wefie. Ketika selfie, muka-muka kita sendiri, ya gampang lah mak cekrek langsung tahu hasilnya, wiii keceee karena sesuai angle. Nah, kalau kita sedang wefie, perlu nih diperhatikan beberapa hal. 


Set timer lebih menyenangkan untuk orang yang diajak wefie, karena mereka bisa ancang-ancang senyum melihat detikan menuju ke 3 2 1. hihihihi. Trus juga kita pastikan semua wajah yang diajak wefie masuk semua ke frame ya. Nanti ada yang cuma keliatan tangannya kan nggak lucu. hihihihi.

Baru ada 7 alasan yang manda rangkum karena seingat manda aja saat mengambil foto untuk www.tamasyak.com dan www.ceritamanda.com. Tentunya, tidak keberatan ketika foto itu dipajang dan sudah seijin pemiliknya. Terlebih lagi kalau dicantumkan dari www.tamasyaku.com atau Primastuti Satrianto. Tentunya, lebih senang lagi. Untuk saya sendiri yang hasil fotonya masih apalah, rasanya terlalu berlebihan kalau sampai perlu meminta ijin. Tapi meski apalah, kalau melihat hasil foto saya dipakai orang tanpa ijin, kok ya ada rasa bagaimana yang mendesir sesaat. Apalagi yang foto-fotonya kece dengan membawa DSLR dan lensa-lensanya, beserta tripod yang tidak ringan. Duh, self reminder untuk saya sendiri untuk mencantumkan milik siapa foto yang mejeng di blog saya. Alhamdulillahnya, karena blog saya adalah blog pribadi, lebih banyak dan lebih suka kalau memajang foto yang saya jepret sendiri, meskipun hanya memakai kamera smartphone, Xperia C5 maupun Zenfone 3.

Nah, sekarang sudah makin tahu ya, kenapa butuh menyertakan copyright saat kita mengambil foto milik orang lain. Tulisan ini menjadi reminder ke diri saya sendiri supaya lebih menghargai hasil karya orang lain. Terus berbagi dan menginformasikan hal yang baik dan bermanfaat sebagai blogger ya!

24 komentar:

  1. Sampe sekarang aku masih salut ama mereka yg bisa ngambil foto bagus waktu selfie.. Manda salah satunya. Aku kudu banyak belajar niih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah mba dee, nyelpie mah banyak latihan aja. Hihihihi. Pake zenfone 3 makin ketagihan selfie.

      Hapus
  2. Semua syarat sih saya oke saja mbak... Cuma nomor dua kayaknya susah hahaha... Sering nggak pede. Baru berani selfie kalau nggak ada orang hahaha... Seringnya sih numpang wefie sama temen :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibiasakan lama2 kebaaaaalll. Wkwkwkwkwkwk.

      Hapus
  3. Betul mending selfie daripada nyomot punya orang, apalagi kadang suaka ada tuh yang gak bilang2 main ambil foto kita heu, padahal kita mpto yang bagus buttuh teknik dan beberapa ambil gambar hii

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha begitulah mba vita, padahal setiap foto itu punya identitas siapa yang mengambil. hihihihi. terus banyak foto yang diunggah ya mba, jadi dunia tahu angle dan teknik foto yg jadi copyright kita.

      Hapus
  4. Terima kasih mbak sharingnya, aku juga kalo welfie suka banget...hahahha...narsis breng teman2 memang asik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa wefie seneng rame-rame ya. sami-sami mba dwi.

      Hapus
  5. Aq termasuk yg ga pernah selfie nih manda, punya foto sendiri klo si bapak yg moto. Hora pede, takut diledekin org, ah gue emang cemen

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayukk kapan ketemu kita wefie kece lagi ya partner internetBAIK ku. btw, seger kemarin pakai merah.

      Hapus
  6. Setuju sama yang bilang hasil selfie dan wefie manda selali bagus! Aku belum bisa ih. Pasti hasilnya mukaku melebar, wkwkwk.
    Makasih sharignya Manda :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pernah wefie an sama nyak rotun euy! Semoga bisa dipertemukan semesta untuk pepotoan ya kita *ajakin geng ijuk juga

      Hapus
  7. Tulisan yg membantu ^_^

    BalasHapus
  8. Masih harus belajar dari manda nih buat selfie yang ceria kayak manda. Segala angle okay banget fotonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makety, aku juga belajar darimu ya mak, sama-sama kita ya! Kalau ceria ada di warna dan senyum, hihihihi.

      Hapus
  9. Wah makasih sharingnya. Saya masih amatir. Banyak jeprat-jepret tapi banyak juga yang jelek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaaaa, saya dari 20 foto selfie cuma kepakai 2-3 foto aja, hihihihi. semangat!

      Hapus
  10. Setuju sama mba Dian, mba Manda mah jagoan bikin foto selfie yg kece.

    Btw, mau bagus mau ngga, kl foto hasil sendiri mah puas ya mba. Ngga usah pusing sm hak cipta, kan malu klo kena pentung org.

    BalasHapus
  11. seneng sich foto, dulu sering kasi watermark. Cuma sekarang mulai males. Nulis aja udah habiskan energi haha

    BalasHapus
  12. et dahhhhh ini anjuran selfie yg asoy geboy bingitzzzz....

    BalasHapus
  13. yang lebih parah lagi ngambil foto orang tapi gk dikasih sumbernya dari mna mbak... parah banget itu mbak... kan masih mending ngambil foto tapi dikasih sumbernya dari mana.. hehe..

    BalasHapus
  14. Jujur, aku belum pede Selfi kayak Manda n tangan juga belum ahli. Hasilnya nggak bisa sekece Manda.

    BalasHapus
  15. Nggak Pernah Pede selfie, karena selain wajah pas pasan juga body yang semakin hari semakain membengkak, hehehe

    Foto makanan, juga seringnya ancur, nggak bisa menarik makanananya

    BalasHapus