IBX583577287E51C

Rabu, 13 April 2016

Ular Masuk Rumah, Kok Bisa?

Ular Masuk Rumah
Ular Masuk Rumah

Judul itu adalah pertanyaan saya, "ular masuk rumah, kok bisa?" *mrinding lagi. 

Ular, hewan yang kehadirannya sangat tidak dinantikan di rumah. Ular, hewan yang termasuk kategori danger di kehidupan manda. Pengalaman-pengalaman yang manda alami tentang ular yang membuat  takut setengah mati dengan seutas tali #ular ini.


Menurut wikipedia, Ular adalah reptilia tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Berikut cerita manda ketemu dengan ular masuk rumah, semoga menginspirasi dan bisa menjadikan kita waspada terhadap hewan  

Waspada gawangan gordyn.


Pagi itu, mama sedang membuka gordyn ruang tamu dan tiba-tiba benda itu "mak tlepok" jatuh dan segera ngesot ke bawah kipas angin. Mama bergegas  memanggil tetangga yang memang rata-rata sudah terbiasa bertemu dengan ular sebelumnya. Karena lumayan besar, ukuran 1 meter dan diameter 5 cm, akhirnya karung disiapkan untuk menempatkan ular tadi. Kipas angin pun di angkat, dan mereka yang piawai memegang ular, bisa mengeluarkannya dari gubetan di bawah kipas angin dan memasukkannya ke dalam karung. Hiks, lemas lah pagi itu, kami pun menjadi cukup was-was dengan gawangan gordyn yang pernah dijadikan tempat singgah ular di dalam rumah.

Waspada almari pakaian paling bawah.

Masih di rumah di kawasan Jalan Godean, kali ini mama sedang membereskan baju yang mungkin sudah jarang dipakai, mengingat letaknya di rak paling bawah di almari. Mama kaget dan memanggiil kami anak-anak perempuannya. Ternyata ada sisa kulit ular di bagian pojokan dari rak paling bawah itu. Bisa disimpulkan, berarti di almari itu pernah singgah ular dan menyempatkan diri untuk berganti kulit di situ. Huaaa, masih mrinding kalau ingat temuan itu dan sampai sekarang menjadi fobia untuk menutup almari dan mengecek berkala di almari yang penuh tumpukan baju yang menghangatkan untuk ular.


Pengalaman di atas, membuat manda mencari di google seperti apa ciri-ciri ular berbisa ataua tidak. Berikut ya dari google.


Pojokan Lantai

Nah, cerita ini update banget, pagi ini kami dikejutkan oleh penampakan seutas tali ular.Pagi ini tak ubahnya seperti pagi-pagi yang sebelumnya. Manda menyiapkan sarapan dan sedang menggoreng baceman, panda mengeluarkan motor sambil membuka pintu samping agar udara berganti. Tiba-tiba,

"manda, ada ular-e."

Woaaa, sontak aku yang heboh lari-lari. Buka pintu depan, mau nyari bantuan. Biasalah, heboh. Karena kami berdua tidak ada ilmu tentang penanganan terhadap ular. Demikian pula, menjaga dan mencegah jangan sampai berurusan dengan ular. Ternyata pagi ini, langsung ujian!

Panda, "manda, gak usah bingung. Mau panda bawa keluar, ambilin minyak."

Mematikan kompor yang refleks nggak dimatikan pas heboh-heboh.

Manda, "minyaknya buat apa panda?"

Si ular masih ndepis di pojokan lantai, hiiiiii, menceritakan kembali aja masih merinding dan bergidik niii.

Panda, "minyak ditaruh di serok, nanti ular panda sapu masuk ke serok. Baru masukin ke plastik"

Hikksssss, aku tidak yakin. Secara, U L A R gitu loohhhh.. Ular itu gesit banget!

Sama halnya dengan bisnis, kalau tidak dicoba ya nggak tahu seperti apa hasilnya. Ya kan? *intermezzo. Baiklah, dituanglah minyak ke serok. Dan ...

Manda, "Panda yang yakin ya. Letak keberanian dan keberhasilan karena yakin!"

Ceileeee, mandaaa, takut-takut aja masih sok gaya motivasi. Alhamdulillah, si ular benar kepleset licin dan terdiam di serok itu.

Panda, "Manda ambil plastik"

Manda, "Woalah, plastik apa?"
Panda, "sembarang! Cepet."

Tiba-tiba tetangga depan rumah dari lantai atas melihat kehebohan kami.

Tetangga, "Ada apa mas? Ular ya?"
Panda, "Iya nih, mau tak masukin plastik"
Tetangga, "Jangan! Di bunuh aja"
Panda, "Wah aku gak tega mas."

Tetangga itu bergegas turun dan ke rumah kami, membawa golok. Dengan mengucap bismillah, ular tersebut damai kembali kepadaNya. In sha Alloh. Karena ular yang masuk rumah, hukumnya boleh ditiadakan. Demikian tukas tetanggaku yang notabene juga orang yang tahu hukumnya.

Kemana manda? Mengintip dari balik jendela ruang tamu dan kami thotholen. Hiks, aku takut. Suer!

Dan pagi ini, setelah shocked itu, sarapan pagi pun tidak semangat, langsung berasa penuh. Alhasil kami berdua menganalisis tentang ular tadi. Alhamdulllah, lahir di jaman internet, dan berani googling dengan kata kunci : "ular masuk rumah" jenis gambar. Taraaaaaa, buanyaknya ular-ular itu, mrindiiinggggggg.

Akhirnya, ketemulah dengan jenis ular yang menyapa kami tadi pagi, menurut google, namanya : ular picung. Persis dengan gambarannya dan sesuai dengan yang kami lihat.


Sumber Wikipedia, diinfo kembali oleh http://bsecherpetology.blogspot.co.id. 

Ular picung merupakan ular daratan yang hidup tidak jauh dari perairan. Ia menghuni hutan hujan dataran rendah hingga sampai ketinggian sekitar 1200 m dpl., namun paling sering ditemukan di hutan sekunder, belukar serta lingkungan pertanian dan pemukiman di sekitarnya. Ular picung terutama menyukai lingkungan dekat sungai, saliran, rawa, sawah dan kolam, di mana ular ini dapat berenang dengan baik. Ular ini juga sering didapati di antara rerumputan atau herba tepi air yang lebat, memburu kodok, berudu dan ikan kecil-kecil. Di Jawa, ular ini kerap ditemui menjalar di pekarangan dan di halaman rumah di pedesaan.

Bisa ular picung menimbulkan efek yang dapat membahayakan jiwa korban, yakni berupa menurunnya kemampuan pembekuan darah sehingga terjadi pendarahan pada organ-organ dalam tubuh. Beberapa korban memerlukan perawatan serius di rumah sakit untuk memulihkan sistem peredaran darahnya yang terganggu oleh bisa (Seow dkk., 2000). Diyakini bahwa kasus semacam ini cukup banyak terjadi dan sudah tercatat dengan baik di berberapa negara termasuk Singapura dan A.S. 
Oleh sebab itu, beberapa kalangan menganjurkan agar ular ini dikategorikan sebagai ular yang berbahaya atau yang harus ditangani secara amat hati-hati.

Bersyukur di dunia maya, ada rekan travel blogger Batam, dian radiata (www.adventurose.com) yang pernah mengulas tentang ular dan pecinta ular ini. Langsung colek di akun media sosial, akhirnya ketemu dengan mas Aji dan nomor kontak kalau-kalau ada ketemu ular lagi. Semoga saja tidak. Makasih ya mba Dee.
SIOUX Snake Resque (SSR) 087887792646

Peace ya ular! Salam damai dari kami, jangan mengganggu yaa!

Usut diusut dari artikel google itu, manda inget banget pagi kemarin menyapu belum ada ular itu ndepis di sana. Berarti ular tersebut masuk ke rumah antara siang - pagi tadi. Dan karena jenis ularnya pemakan kodok dan kadal, kemungkinan ular terbawa panda di motor yang diparkir di sekitar UGM yang ada hutan sekunder dan belukarnya. Wah, perlu ya ternyata berhati-hati dengan hal-hal yang di luar kendali kita dan serunya di Universitas Kehidupan adalah ujiannya dadakan!

Ayuk berbagi di komentar, sahabat manda pernah ketemu ular dimana dan bagaimana mengatasinya?

Terima kasih berkenan berbagi ya!

24 komentar:

  1. Kenapa habis baca ini jadi takut masuk ke dalam mobil yah? #lebay

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai wijna, periksa dulu itu mobilnya sebelum masuk. Kali aja sopirnya ular, wkwkwkwk. Gimana kabarnya dek?

      Hapus
    2. jadi kebayang yg aneh-aneh kan? pas lagi nyetir tau-tau ada penyusup, hahaha. :D

      Ya masih membanting tulang lah mbak

      Hapus
    3. gemukan dikit makanyaaaa, biar banting daging, hahahahahaha. Mainlah kemari. Bersyukur ya dunia maya masih mempertemukan kakak adek yang hilang macam kita, hahahaha

      Hapus
  2. Di rumahku juga pernah kemasukan ular, manda... Jenis ular cicak atau yang bahasa kerennya lycodon. Jenis ular gak berbisa siih... langsung dibuang ke hutan deket rumah.

    Udah disimpan kan nomor kontak SSR Jogja? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudaaah mba dee, langsung gabung FB Grupnya dan mba Dee approved tadi. Mau ikut ah pelatihannya, gimana2 ular itu akan tetap ada kan?

      Hapus
  3. Huhu mbak Imaaaa...aku tuh takut ular. Liat fotonya saja bergidik :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. toosss mba rieeeenn. Tangsel ada ular gak ya? hihihihihi

      Hapus
  4. Imaaaaa akuuu takut2 penasaran baca tulisan mandaa..

    Pas bgian fotonya jg aku skip merem ga berani.. :(((

    Doh pobia bener2..

    Alhmdulillaah panda bs ngatasin dgn yakin yaaaa

    Akuu kalo disanaa pasti jg udh tereak2 jrit2 bikin heboh sak kampung hiks..

    Di joglo tuh dulu sering masuk ular..

    Bsyukur ada barisan2 yg sudah biasa menangani..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa buuunnn... dan pagi hari yang melelahkan.. kebayang ya daerah utara ini memang banyak ular, ternyataaaa.. pasukan tangguh di garda depan menangani ular, ternyata PERLU. hihihihihi.

      Hapus
  5. Haduuuh ikut merinding manda.. Mana deket rumah banyak sawah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak ety, iyaaaa.. akupun begitu.. melewati bagian yg tadi dipakai ndepis aja mrinding.. hiiiiii.... kebayang tumpukan baju ni, tiba2 ada dia, hiks.. eh, nomor telponnya di save yaaaa

      Hapus
  6. Rumahku dekat sungai dan semak2 pertama di depan rumah dekat jendela waktu anakku yg masih bayi tidur, yg kedua si ular ngumpet diruang tamu,waktu aku msh di rumah mama ularnya suka main di wc, kebelet buka pintu cilukba disambut ular

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduuhhhh, saya baca komennya langsung lemeessss.. itu caranya mengatasi bagaimana?

      Hapus
  7. Aduh Mak, ngebayangin santai2 buka gorden trus dapet bingkisan dari langit mak tlepok :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak ketiban rejeki tlepoknya, tpi habis itu mrindinggggggg hahaha...

      Hapus
  8. Mbaaa..baru beberapa hari lalu rumah kami kemasukan ular (lagi, untuk yg ke 4 kali). Tapi suami sy mah ga mau bunuh mba.. Cuma dibuang aja. Dan kayaknya dia lagi dia lagi deh yg datang. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Balas si ular, ah kamu tahu aja kl aku yg kmrn, xixixixi

      Hapus
  9. Rumahku yg lama pernah dikunjungi ular, tapi aku gak panik. Jaman SMA pernah ikut pelatihan berkenalann dg ular, hihihiii. pelatihnya namanya bapak FX Soetono. Tapi tetep deh aku beraninya pegang ular yang gak berbisa, ukuran besar kayak yang di Bali itu juga berani :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba sulistyowati, tadi kita ketemu dan blm bahas ya tentang ular2 ini. Jadi pr next ketemuan lagi ya. Makasih..

      Hapus
  10. Aku paling takut sama ular! Duh ya Allah jangan sampe deh. Waktu itu baca di turiscantik.com juga yang rumahnya kemasukan ular. *langsung merinding bulu romaku*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang terlanjur masuk lagi ya kembaran ke postingan ular dan ada gambarnya. Hihihihi. Semoga nggak ada ular nyasar dirumah mba haya ya. Aaamiinn

      Hapus
  11. daku juga pernah nemuin ular sejenis ini di atap rumah mbak. ini ular mandangin aku terus. dan akhirnya ia mati kelindes kendaraan hbisnya aku takut trus dipanggilin mas2 buat ngebunuh itu ular.

    BalasHapus
  12. aduh mrinding Kak, alhamdulillahnya langnsung kena ya, tapi berani banget kamu ak ngambilnya, kalo aku udah kelinjengan takut.

    BalasHapus