IBX583577287E51C

Rabu, 17 Februari 2016

Adab Menjadi Orang Baru

Menuliskan tentang romantika kehidupan, dari yang manda alami, dari yang manda temui, dari yang manda lihat, ternyata menghasilkan ilmu yang bisa dituliskan dalam diary maya. Kelak berguna ketika kita lupa, atau bagi generasi kita yang bertanya seperti apa grandmanda. Xixixixixi. Eleh-eleh, udah kepikiran jadi eang dan uyut, padahal masih menanti jadi seorang manda ni.. Doanya ditunggu yaaa.. Semoga berbalas kebaikan berkelipatan bagi yang mengaamiinkan.

Yes, memory kembali ke masa lalu, saat menjadi orang baru di tempat yang baru. 


Bohong banget kalau kita tiba-tiba jadi orang lama alias senior di sebuah tempat. Lahir sebagai bayi, juga anggota keluarga baru di rumah. Masuk ke TK, SD, SMP, SMA, banget kuliah juga sebagai siswa baru. Masuk ke keluarga orang, dipinang menjadi istri juga anggota keluarga baru. Bergabung di sebuah komunitas atau kumpulan warga di tempat domisili, juga dianggap warga baru. 

Stop ya, bilang bahwa kita nggak pernah ni jadi orang baru

Menjadi orang baru itu penuh kejutan. Kadang diterima baik, cepat akrab, nyambung, dan asik banget. Terkadang, ketemu sama yang butuh perhatian lebih dan membuat suasanan jadi nggak se enjoy yang dibayangkan. Yap, seperti itulah lingkaran baru lama baru lama bagi sebuah kehidupan. Selalu ada yang pertama bagi seorang Newbie.

Fine, apa saja yang perlu dilakukan sebagai "orang baru"?
  1. Memperkenalkan diri.
  2. Tukar menukar nomor HP atau alat kontak lain agar bisa terhubung.
  3. Tidak menanyakan detail jika itu orang baru di komunitas. Lain cerita jika orang baru di keluarga.
  4. Menjadi orang yang netral. Netral bukan berarti cuek dan tidak peduli. Netral di sini tidak memihak sebuah kubu, sebagai orang baru cukup dengarkan.
  5. Memberi perhatian. Sebagai orang baru kita sudah pasti diperhatikan. Jangan minta perhatian lagi ya. 
  6. Cobalah berganti memberi perhatian, dengan menyapa lebih dulu.
  7. Jangan merasa tinggi. Sekeren apapun,  sepintar apapun,  sekece apapun, secantik apapun, seprofesional apapun, yang namanya orang baru ya tetap orang baru. 
  8. Selami dulu kebiasaan dan ikuti arusnya.
  9. Dan tentunya, sebagai orang baru akan lebih menyenangkan jika kita bisa berbaur dengan orang-orang lama. 
Pendekatan secara emosional dan keterikatan batin tidak bisa dipungkiri sebagai sesuatu yang mengikat sebuah hubungan. Ada hubungan yang terpaksa, hubungan yang tergesa, hubungan yang dipaksa, dan menjadi timpang karena ada salah satu yang ingin dingertiin lebih. Tentunya kesenjangan yang semacam ini yang membuat orang baru itu tidak bisa diterima menjadi blended dengan orang lama.



E tapi, ada lho di kehidupan nyata, bahkan lingkaran terdekat yang meskipun "orang baru" tidak bisa membaur dengan orang lama, lebih cenderung mau dingertiin dan nggak paham-paham caranya pendekatan dengan orang lama. Kok bisa begitu ya? Tenang sajalah. Namanya juga kehidupan, warna warni bentuk karakter dan pribadi seseorang terpengaruh oleh banyak hal. Seperti : status keluarga, status ekonomi, status sosial, pendidikan, budaya, dan adat istiadat. Kalau menemui orang yang "aneh" di sekitar kita, ya cukup jadi bahan pelajaran saja. Karena pilihannya bukan tentang take it or leave it kalau itu dalam keluarga, ya pilihannya membiarkan waktu yang berbicara. Tentunya, dalam kondisi kebaruan kita, kita tidak mungkin menjadi orang asing selamanya kan? So, 

Keep smile, jaga hubungan dan menjadi apa adanya tanpa harus mengada-ada.

2 komentar:

  1. Komentarku ilang ya, huehueee..
    Intinya sih jadi orang baru kudu pinter bawa diri ya, noted deh.

    Aku doakan Manda dan Panda jadi orang tua yang baik, punya anak sholeh dan sholehah, aamiin.

    BalasHapus