Featured Slider

Tips Menghilangkan Bau Cucian Membandel Ala Manda

Hai moms, bagaimana kabar cucian? Ingat lho ya, cucian itu nggak ikut program KB, begitu kita lengah mengumpulkan mereka dalam 1 tempat, mereka akan dengan mudah beranak pinak. Ya! Itulah setidaknya yang terjadi di ruang cucian Manda, apakah kita sehati soal cucian yang tumbuh subur? Eh, btw para pecinta drakor, Manda juga akan menginfokan tentang pelembut pakaian Korea lho. Apa tu pelembut pakaian Korea? Baca sampai selesai tulisanku ya!


Ketika cucian berkumpul, ada yang habis dipakai seharian, ada yang basah karena mencuci piring/menyiram tanaman, ada yang basah karena kehujanan, ada yang cuma dipakai tidur saja, dan semuanya berkumpul menjadi satu, itulah sumber bau apek.

lalu bagaimana Manda menyikapi bau apek cucian tersebut?

Tips Menghilangkan Bau Apek Cucian Ala Manda

Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Bakar Sekam Padi di Jawa Tengah


Pagi ini seneng banget dan sekaligus ternganga oleh energi terbarukan yang dirangkum dalam webinar sebagai bagian dari rangkaian Inagurasi Boiler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi Pertama di Jawa Tengah. Bulan Juni, awal kemarau di Indonesia tetapi di kotaku malah justru januari (hujan sehari-hari). Pertanda apakah dengan perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini?

Perubahan iklim merupakan isu dan tantangan yang kian mengemuka dan efeknya mulai kita rasakan. Seluruh pemangku kepentingan terkait perlu menggalakkan usaha memitigasi efek perubahan iklim dengan terus berinovasi dalam menggunakan Energi Baru Terbarukan dalam seluruh kegiatannya. Untuk itu, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia pembangunan ketel uap berbahan bakar biomassa (Boiler Biomassa) di kawasan pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardika, Prambanan, yang merupakan bagian dari Danone SN Indonesia. 

Kemudahan Pengiriman Melalui Akses JLC dengan MyJNE



Perjalanan membuat seseorang memiliki wawasan yang lebih luas dan pastinya banyak kenangan yang mampu membuat seseorang mengulang kembali perjalanannya. Sebagai contohnya saya, kecintaan saya pada batik membuat saya membuka usaha dengan label, daster cantik manda. Saya berharap ada kenangan ketika seseorang memakai daster batik yang adem yang biasa saya pakai juga. Nah, siapa yang suka jalan-jalan?

Jadi... siapapun yg sering bepergian pasti banyak meninggalkan kenangan dari banyak tempat. Dan ketika rindu itu datang untuk bisa menikmati yg tertinggal di kota itu, maka pengiriman pun menjadi andalannya. Terlepas soal batik, oleh-oleh khasnya pun menjadi pilihan untuk bisa mencicip kembali. Seperti halnya Manda  pernah mengunjungi kota Cirebon, ada kerupuk udang dan terasi yang menjadi favorit. Ketika pernah membeli, dan lalu skrg habis, pastinya segera mencari barang tersebut secara online dan meminta untuk mengirimkannya ke kita.

Solusi Berbisnis Online dengan Youtap POS

Halo pegiat UMKM! Apa kabar semangatnya di masa pandemi yang sudah menurunkan status menjadi endemi? Semoga senantiasa diberikan Kesehatan dan kemudahan ya! Bersyukur banget ya, 2 tahun adalah masa dimana kita dipersiapkan untuk mengayun lebih tinggi bisnis kita. Apapun bisnis yang sedang dijalani. Dua tahun masa pandemi, membuat kita melek online dan tentunya lebih siap menjemput rezeki dari berdagang secara offline dan online. Ayuk semangat!



Menjadi pengusaha atau entrepreneur butuh mental kuat yang setangguh baja. Apapun halangan yang menghalangi harus bisa dicari solusinya. Fokus kepada solusi dan bukan pada masalahnya. Berbincang tentang bisnis dan UMKM, masa pandemi buatku adalah berkah. Justru di masa pandemi inilah bisnis daster cantik manda mulai di-launching. Menerima pesanan by online melalui platform online. Penasaran kan?

Intip Tips Online Kolaborasi JNE dengan UMKM Cilegon

Mengelola bisnis itu gampang-gampang susah, banyak hal yang membuat bisnis itu menjadi sesuatu yang tricky untuk digeluti. Apa yang sebenarnya harus dimiliki seorang entrepreneur ? Yes, mental! Mental kuat harus dimiliki oleh seorang calon pengusaha. Oleh karenanya bidang bisnis yang dijalani seyogyanya menjadi sesuatu yang dikuasai atau paling tidak menjadi minatnya. Bisnis yang dijalankan tidak melulu menghitung untung, melainkan juga menghindari kebosanan untuk bersiap kreatif dengan diversifikasi produk ketika pasar sudah jenuh. Hal semacam ini membutuhkan mental baja seorang pengusaha untuk bisa mempertahankan bisnisnya.

Seneng banget bisa berkesempatan menyimak acara acara JNE Ngajak Online 2022, Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon. JNE menghadirkan dua pelaku UMKM pada gelaran ini, salah satunya Farah Kartika Sari selaku Owner IKM Permata (sandal hotel Cilegon). Tak luput dari berbagai kesulitan, angka penjualan beberapa produknya sempat mengalami penurunan drastis saat pandemi.


“Adanya pandemi ini menghambat produksi kita, sehingga adanya COVID-19 membuat kita menjadi lebih putar otak bagaimana supaya UMKM kita tetap berjalan. Melalui sosial media, e-commerce, lalu ekspedisi seperti JNE, kami sebagai UMKM manfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis. Selain itu, kita juga berkolaborsasi di sana, usaha kita yang di masa pandemi krisis menjadi stabil lagi.” pandemi ini tak membuat pihaknya patah semangat, berbagai strategi terus ditekuni Kartika.




Saya sendiri sebagai pelaku bisnis Minuman Timunku, termasuk yang terkena dampak dari pandemi ini. Menjual produk minuman terutama, harus mulai bergerak ke ranah online untuk tetap bisa eksist. Pandemi ini merupakan berkah untuk saya karena saat pandemi ini justru saya me-launching bisnis online yang lebih ramah waktu kadaluarsanya, yaitu bisnis daster cantik manda.

Pandemi telah mentransformasi lebih dari 17,5 juta UMKM di Indonesia untuk mengenal kanal digital, memanfaatkan berbagai lini media sosial sebagai sarana pemasaran. Tak terkecuali pegiat UMKM Cilegon yang berupaya menghasilkan terobosan baru melalui kolaborasi. Tidak hanya melibatkan UMKM saja, kolaborasi yang dilakukan UMKM Cilegon juga melibatkan sektor ekspedisi. Seru pastinya bisa belajar dengan teman-teman yang senasib bergerak di bisnis online.

JNE menghadirkan dua pelaku UMKM pada gelaran ini, salah satunya Farah Kartika Sari selaku Owner IKM Permata (sandal hotel Cilegon). Tak luput dari berbagai kesulitan, angka penjualan beberapa produknya sempat mengalami penurunan drastis saat pandemi.

“Adanya pandemi ini menghambat produksi kita, sehingga adanya COVID-19 membuat kita menjadi lebih putar otak bagaimana supaya UMKM kita tetap berjalan. Melalui sosial media, e-commerce, lalu ekspedisi seperti JNE, kami sebagai UMKM manfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis. Selain itu, kita juga berkolaborsasi di sana, usaha kita yang di masa pandemi krisis menjadi stabil lagi.” pandemi ini tak membuat pihaknya patah semangat, berbagai strategi terus ditekuni Kartika. Ternyata, saya tidak sendirian mengalami dampak pandemi ini.

Sebagai sosok yang bergerak di industri perhotelan, Ia menilai pentingnya mampu menjalin hubungan kepada para customer. “Kita percaya loyalitas ke customer itu penting, kita selalu menerima komplain lalu kita catat dan evaluasi untuk jadi lebih baik. Kita juga sering memberikan reward kepada pelanggan seperti kartu ucapan. Pembeli akan merasa dihargai dan terus repeat order.” ujarnya.

Seiring dengan Kartika, hadir pula Linda Yuli Yani selaku Owner ELYECRAFT yang sepakat bahwa media sosial berperan penting pada kesuksesan UMKM. “Hampir semua bisnis dari mikro dan makro terkena dampak dari pandemi, dulu sehari kiita bisa mendapatkan order 40-80 paket. Saat pandemi produk kami hanya terjual 4 paket”. Wah, mendengar mba Linda menyampaikan hal seperti itu, jadi teringat teman-teman di UMKM Jogja juga mengeluhkan hal yang sama.

Menjawab persoalan tersebut, mba Linda berbagi cerita bahwa waktu itu masyarakat heboh mencari masker dan kita mencoba membuat konektor masker untuk wanita yang memakai hijab. Dia mulai menjual di marketplace, Instagram dan Facebook sehingga omzet-pun melejit.


Nah, ternyata dibalik kesulitan, muncullah ide usaha yang bisa menambah diversifikasi produk yang dihasilkan dari bisnis sebelumnya. Kolaborasi JNE dengan UMKM Cilegon seperti ini semoga bisa diadakan di kota-kota yang lain, seperti Jogjakarta. Karena acara semacam ini sedikit banyak membangun mental sekuat baja untuk tangguh menghadapi segala hal tentang berwirausaha. Bertemu dan mendengar pengalaman dari pelaku UMKM dalam mensiasati kesulitan bisnisnya, berbagi cerita suka dan duka dalam menjalankan usaha online, merupakan sesuatu yang dinantikan oleh pelaku UMKM sehingga tidak merasa sendirian dalam menjalankan usahanya.