IBX583577287E51C

Senin, 03 Desember 2018

Menikmati Wonderful Indonesia di Jogjakarta


Jogjakarta, kota pelajar yang semakin bertumbuh menjadi kota pariwisata. Banyaknya objek wisata dengan beragam kategori menjadikan Yogyakarta atau Jogjakarta menjadi salah satu kota yang wajib disinggahi untuk bisa memaknai kata Wonderful Indonesia.


Ya, kota yang hampir tidak ada habisnya untuk diceritakan. Mulai dari wisata alamnya, wisata kulinernya, wisata sejarahnya, dan wisata modern yang kini banyak dibangun di Jogjakarta. Menyambangi kota Jogja, lengkap dengan seluruh wisatanya, jelas tidak cukup waktu sehari. Manda ajak jalan-jalan menikmati salah satu sudut kota Jogja di Alun-alun Selatan yuk!

Malam ini, kami bertiga memutuskan untuk menghabiskan malam minggu di Alun-Alun Selatan Jogja. Tempat yang tujuan wisata anak muda saat malam minggu. Baca terus sampai selesai ya, apa saja yang bisa dijumpai di Alun-Alun Selatan Jogja.



Bagi yang baru pertama kali ke Jogja, kawasan wisata malam di Alun-Alun Selatan memang tidak se-ngehits Malioboro dan Alun-alun. Alun-alun yang biasa disebut wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta adalah alun-alun utara. Alun-alun dimana sekaten digelar dan wisatawan bisa menemukan kraton, masjid gede Kauman dan searah dengan titik nol malioboro, itulah alun-alun utara. Rombongan biasanya dibawa ke sini, dan lalu belanja batik. Lalu, dimanakah letak alun-alun selatan? 


Sesuai namanya, alun-alun selatan Jogja berada di selatan dari alun-alun utara. Dari peta yang Manda ambil, terlihat jelas bahwa alun-alun selatan segaris lurus dengan alun-alun utara. Jika sahabat Manda kebetulan berada di kawasan Malioboro, Benteng Vredenburg, Taman Pintar, Titik Nol Kilometer, maka sahabat Manda bisa melihat peta lokasi di atas untuk bisa sampai ke alun-alun selatan.


Hiburan Malam di Alun-Alun Selatan Jogja

1. Becak Kayuh Lampu

Malam minggu yang meriah di Alun-alun selatan, itulah gambaran Manda tentang Alun-alun selatan malam minggu ini. Kota Jogja yang begitu terang di area alun-alun selatan ini. Ternyata warna-warni lampu yang meriah berasal dari becak kayuh yang dihiasi oleh lampu yang berwarna-warni. Demikian pula dengan Rafisqy, Piki melihat sekeliling dan terbengong-bengong dengan lampu yang banyak sekali di sekitarnya malam itu. Sekali putaran naik becak kayuh dibandrol seharga 50,000 rupiah. Bagi Manda yang memang tidak berhasrat untuk mengayuh sepeda malam itu, lumayan worth it lah. Jadilah kami bertiga naik becak kayuh dan berkelilng alun-alun selatan, kurang lebih selama 15 menitan. 

2. Kuliner Jagung Bakar, Angkringan, dan Wedang Ronde

Kelaparan saat wisata ke Jogja, duh jangan sampai ya ini terjadi. Belum pernah main ke www.tamasyaku.com ya kok sampai kelaparan di Jogja, hehehehe. Bagi yang ingin mencari tempat makan di Alun-alun selatan juga tidak menjadi masalah. Tapi, untuk urusan kebersihan, Manda memilih untuk tidak makan di tempat yang terbuka dengan air cuci piring dan gelas yang terbatas. Kembali lagi, setiap kita mempunyai pilihan ketika memutuskan untuk berkuliner saat tamasya. Kalau untuk menikmati jagung bakar saja, mungkin tidak menjadi soal berkuliner di alun-alun selatan. Sudah cukup kenyang kok, menyantap satu buah jagung manis rasa nano-nano sambil menikmati suasana Jogja.

3. Pengamen Muda yang statusnya mahasiswa.

Bagi yang masih menyandang status jomblo, Alun-alun selatan ini terkenal juga dengan pengamen atau pemusik jalanan yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Tahu kan ya maksudnya Manda, sambil liburan ke Jogja, siapa tahu jodohnya di Jogja kan? Tapi kembali lagi ya, jangan pukul rata semua pengamennya adalah mahasiswa lho ya. Banyak berdoa supaya dipertemukan dengan jodoh yang terbaik dan jangan terlalu pilih-pilih. 

Jadi inget, kalau flashback cerita Manda dan Panda yang dirajut mulai dari bangku SMA. Kalau dipikir-pikir, mana saya tahu Panda akan jadi seperti apa hari ini, pun demikian Panda, memilih Manda yang masih unyu-unyu waktu itu apakah kebayang akan bisa mendampinginya seperti hari ini. Ah, memory, kau selalu indah untuk diceritakan kembali. 
 
4. Ringin Kembar

Nah, tidak lupa menceritakan tentang ringin kembar ketika sudah sampai di Alun-alun kidul atau alun-alun selatan. Konon ceritanya, siapa yang menutup matanya dan berjalan lurus melewati ringin kembar tersebut, maka permohonannya akan bisa terkabul.

Sudah di Alun-Alun Selatan, coba deh untuk melewati ringin kembar dengan menutup mata.

Saya dan Panda pernah mencobanya, dan hahahahahaha gagal. Manda bisa menyerong jauh ke barat, sampai-sampai Panda ngejar dan begitu Manda buka mata, geli sendiri. Lebih parah Panda, hampir nabrak orang jualan karena Manda teriak-teriak nggak kedengeran katanya. Saking serius dan khusyuknya ingin melewati ringin kembar tersebut kali ya. Silahkan dicoba ya kalau pas berkunjung ke Yogyakarta.

Selamat menyiapkan liburan ya!

Tulisan ini disertakan dalam “Wonderful Indonesia Blog Competition”. Yuk, ikut berpartisipasi pada Wonderful Indonesia Blog Competition dengan menceritakan versi indah kota tinggalmu sehingga kami pun ingin singgah untuk menikmati kotamu. 


21 komentar:

  1. Beringin kembar
    Selalu bikin penasaran. Rasanya sih udah jalan lurus ternyata tetap berbelok juga hihihi

    BalasHapus
  2. Becak kayuh lampunya makin kece ya mbak. Kalau dlu maaih biasa aja menurutku. Ya iyalah, thn 2010 gt loh. Sekarang udah 7 tahun berlalu pasti banyak peningkatannya.
    Aku pernah nyibain beringin kembar, pas buat jalan lurus kakiku berasa ada yg nyeret dn pas buka mata jadinya belok hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaahh iyaaaaaa kaaann, kl aku terasa jalannya berasa menurun condong ke kanan, jadi tanahnya turun gitu, sehingga akunya mbelok jauh banget dari jalan lurus membelah ringin, hahaahahhahahaa

      Hapus
  3. lucunya adiknya... bagus ulasannya... keren...

    BalasHapus
  4. Nathan pengen banget naik becak itu tapi belum kesampean sampai sekarang, pas ke alkid sering malah hujan. Ih Piki seneng banget ya jalan-jalannya.

    BalasHapus
  5. Wedang rondenya ga ada matinya. Selalu kangen untuk dinikmati. Pas banget disanding dengan jagung bakar

    BalasHapus
  6. Wisata murah meriah kek gini demenanku manda. Makasih infonya.

    BalasHapus
  7. kalau lewat beringin kembar, katanya harus turun ya ? Mksdnya, gak boleh naik kendaraan. Beneran kah itu? (entah beringin yang sebelah mana, )

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak tauu kl ini, yg kutau yg tutup mata ga bisa nglewatin tengahnya kl hatinya kotor.

      Hapus
  8. Aku malah belum pernah nyobain "masangin" (jalan masuk di antara dua ringin kembar dengan mata tertutup) 😁

    BalasHapus
  9. Becak kayuh ini Aq sebut dengan odong2. Lumayan capek juga ngayuhya tp seneng apalagi bawa anak kecil ya Manda 😍

    BalasHapus
  10. Kangen Yogya deh Mandaaa..itu piki yaa?

    BalasHapus
  11. Ringin kembar itu aku belum pernah coba. Kebayang lucu aja gitu ya orang jalannya ampe nyasar2 gitu. Hihi

    BalasHapus
  12. nah ini Ringgin kembar bekum cobba, kebiasaan antar teman luar kota ke sini

    BalasHapus
  13. Sampai sekarang belum kelakon untuk ke alun-alun selatan di malam hari, yang pernah pas ada acara sekaten di alun-alun utara.

    BalasHapus
  14. Jogja kalo malem
    Dehh wisatanya josss
    Apalagi makanannya
    Gak nguatiii
    Diet lewat bablasss 🤣

    BalasHapus
  15. Kalo ke jogja harus wisata malam ke alun-alun dan nyobain hiburan malamnya, alhamdulillah aku udah nyoba semuanya... Oh, ya, semoga sukses dan menang kompetisi ya... :)

    BalasHapus
  16. Aku pgn ksana tp kok ya blm jadi2 yo ampuuun daaah

    BalasHapus
  17. Jogja emang never ending asia ya mandaa

    BalasHapus
  18. Aku orang asli Jogja, tapi malah belum pernah nyoba jalan di antara ringin kembar itu HAHAHAHA. Malah pernahnya nganterin mahasiswa asing buat nyobain. Aku nya sendiri engga. Bagaimanaaaa ini.

    BalasHapus