IBX583577287E51C

Rabu, 28 Februari 2018

Rejeki Sepaket Itu Bernama Suami Istri

Panda Manda awal menikah.


Genap 10 tahun yang lalu, perempuan pisces yang terlahir tepat di akhir bulan Februari ini dipersunting oleh lelaki yang dalam suratnya selalu menamakan, lelaki kecil yang selalu mencintaimu. Sepuluh tahun yang lalu, aku menerima pinangannya dengan suka cita dan doa baik mengalir mengantarkan kami menjadi suami-istri. Alhamdulillah.

Sungguh tenang ku rasa saat bersamamu, sederhana namun indah kau mencintaiku
(Bidadari Tak Bersayap - Anji)
Tuhan ku percaya, Engkau pasti telah merencanakan yang terbaik, untuk diriku
(kuasaMu - Bunga Citra Lestari)

Manda Panda 10 tahun kemudian.



Menikah adalah ikrar suci di hadapan Tuhan
 
Apa yang menjadi doa dan harapan adalah perwujudan dari cita-cita kami yang sampai sekarang impian itu tercapai satu per satu dengan bermodalkan keyakinan yang 'ainul Yaqin kepada Tuhanku, Alloh SWT. Perjalanan kami pun diwarnai dengan banyak cerita, terlihat semuanya baik-baik dan bahagia dengan doa yang selalu kami panjatkan untuk dilapangkan hati kami.



Manusia tempatnya lupa, oleh karenanya butuh untuk diingatkan terus tentang amalan baik sebagai manusia untuk bekal menghadap Tuhannya. Manusia diciptakan dengan nafsu, supaya nafsu dunianya tidak berlebihan, diseimbangkan dengan agama. 

Karena hidup yang seimbang adalah hidup yang tidak cuma mengikuti aturan dunia, melainkan juga belajar ilmu agama. (Manda, 2018) 

Ustadz idolak yang menjadi bagian kuliah subuh kita, Mamah Dedeh. Bagian dari kuliah malam kita jelang tidur ada Hanan Attaki dan Anwar Zahid, membuat langkah kita berumah tangga menjadi punya rel. Selain ketiganya, sebelumnya ada inspirasi dari Aa Gym, Yusuf Mansyur dan beberapa ustadz yang bersliweran di timeline socmed dan wa grup yang menjadi bahan diskusi kita untuk diterapkan dalam rumah tangga kita.

Menikah untuk bisa dipeluk

AD/ART Rumah Tangga

Rumah tangga adalah perusahaan, sahamnya dimiliki berdua, suami dan istri. Rumah tangga juga sebuah negara intern Satrianto, dengan suami sebagai presiden yang mengurus luar negeri dan istri yang mengurus urusan dalam negeri. Ibaratnya, Manda dan Panda tidak bisa mengambil keputusan untuk sesuatu yang melibatkan keluarga. Ya, keluarga adalah ikatan tak terlihat yang ternyata AD ARTnya sangat mengikat, berbeda saat kita masih single.


Melewati hari-hari awal menjadi sepasang suami-istri adalah hal yang membutuhkan kata sepakat dalam menjalaninya, supaya menjadi ibadah terbaik di hadapanNya. Menentukan mode sarapan dari dua insan dari beda keluarga, menentukan pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab berdua, menentukan mau makan apa malam harinya, hahahaha. Seremeh itu kami di awal menikah, walaupun sudah menjadi teman dekat sejak 2 SMA, sekitar 10 tahun juga yang akhirnya menikah.

Tidak Berlaku 2x3=6 di Kehidupan Rumah Tangga

Seruuuu! akhirnya kata sepakat pun tidak mufakat. Sepakat bulan ini, belum tentu sepakat bulan depan. Itulah yang terjadi di awal pernikahan. Jadwal mengajar yang Manda pun juga berubah setiap semester, kebijakan kerja di kantor Panda juga tidak fix setiap tahunnya. Ternyata, tidak ada yang seperti rumus matematika 2 x 3 = 6 di kehidupan rumah tangga.


Suami Istri, kalau dihitung dari perkalian tidak pernah berlaku. Dari foto di atas sewaktu kami ke Pulau Leebong, Belitung tahun lalu pun, tidak berlaku berat Manda yang lebih berat dari Panda, tapi mempu digendongnya *walau hanya sedetik, hahahaha. Begitulah, suami dan istri, tidak ada hitungan yang pasti dalam perjalanannya berumah tangga. Syukuri dan jalani!

Suami Istri itu Aku dan Sekaligus Kamu
 

Menjadi suami dan istri selain berkomitmen di hadapan Tuhan, juga menyandang aku dan kamu yang sekaligus. Menjadi Manda ada sebagian Panda dan menjadi Panda, ada sebagian Manda. Sebuah konsekuensi dari pernikahan yang terikat AD/ART yang tidak ada dalam kamus. Apa yang diperbuat suami dan istri, bukan lagi menjadi perbuatannya, melainkan perbuatan kita. Selalu ada sebab dan akibat dari sebuah konsekuensi perbuatan yang dikerjakan salah satu dari kita, oleh karenanya komunikasi, diskusi membuat semuanya menjadi nyaman dan menjadikan kita kuat sebagai dua orang berbeda yang kemudian menjadi satu.

Pernikahan Tidak Memaksa Salah Satunya Berubah

Suami Istri, apa adanya
Menjadi suami dari istri dan istri dari suami, berada dalam satu rumah, yang terlihat dari pagi sampai pagi lagi, yang ketemu saat pakai make-up atau saat pakai daster, yang kadang wangi saat mau pergi, atau kadang bau kecut saat bangun tidur. Yang kadang berubah jadi zebra saat abis kerokan, yang kadang cantik bak bidadari saat di make over. Demikianlah apa adanya sepasang suami istri, tidak ada yang berhak mengatur aku dan kamu, tapi hati yang membuat aku dan kamu menjadi kita. Menyingkirkan egois masing-masing, mentolerir keadaan ketika sudah berdua, menghargai pasangan dan mendukung dalam doa untuk apa yang ingin dicapai demi kebahagiaan keluarga. Ya, tanggung jawab keluarga menjadi kata sepakat yang membuat pernikahan menjadi menyenangkan!


Tidak peduli suka brutu atau uritan.
Tidak melarang tumpukan buku bacaan di toilet kami.
Tak peduli jarang mandi.

Tidak mengkhawatirkan berlebihan pada hal-hal yang masih wajar. Meskipun demikian, kita memiliki wilayah privacy masing-masing di rumah. Panda memiliki meja kerja tempat menyimpan tamiya, komik dan novel fiksinya. Manda pun memiliki pojok kerja di rumah dengan alat tulis lengkap, koleksi ballpoint dan buku diary yang lucu-lucu. Demikianlah kami, menghargai privacy untuk bisa tetap mempunyai ruang berkarya di dalam rumah bersama.


Suami Istri adalah Teman Berperjalanan

Menjadi bagian dari hidup pasangan adalah kata yang berat dari sebuah komitmen berumah tangga, sederhananya menurut kami yang masih harus belajar adalah menjadi teman berperjalanan. Panda adalah teman terbaik berperjalanan untuk Manda, demikian juga Manda adalah teman seperjalanan Panda.

Berhasil mencapai sunrise di Si Kunir, Dieng
Pernikahan itu bukan hal yang berat untuk dipikirkan, jalani saja. Bukan tentang sesuatu yang perlu dikhawatirkan sangat, melainkan untuk bisa dinegosiasikan berdua. Pernikahan bukan melarang atau membatasi ruang gerak satu dengan yang lain, hanya memberi batasan pada tanggung jawab yang melekat dari gelar suami/istri didiri kita. Suami dan istri bisa berjalan bersama, bergandeng tangan dan menaklukkan setiap rintangan di kehidupan pernikahan dengan riang gembira. 


Berpetualang bersama, melakukan hal yang berbau petualangan adalah cara kita mengetes diri pada tantangan. Terkadang, kesibukan dan rutinitas membuat kita larut pada hal-hal yang berbau kebiasaan. Biasa dilakukan dan monoton. Oleh karenanya, mengalokasikan waktu dan tabungan untuk bertamasya menjadi cara bahagia untuk kami berdua. Bagi pasangan yang masih berdua, banyak hal membahagiakan yang membuat kita sering bersyukur karena masih berdua. Jangan lupa menggali dan terus menggali hal membahagiakan yang bisa kita ciptakan selagi masih berdua.

Create our own happiness (Panda, 2008)







Pernikahan adalah perjalanan yang tidak berujung dari sebuah ikrar janji setia kita di hadapan Tuhan, menjaganya tetap hangat adalah tanggung jawab berdua. Ketika, salah satu dan salah yang lainnya mengalah untuk mendukung salah satu yang lain, maka janjiNya tidak pernah ingkar. Bahwa, rejeki suami istri itu satu paket. Mempercayai  dan meyakini janjiNya adalah hal terbaik kita sebagai hamba. Dan akan kami lakukan setiap hari dan setiap hembusan nafas yang dititipkan untuk kami. Terima kasih untuk  kejutannya di Februari 2018 ini, semakin percaya bahwa suami istri adalah sebuah takdir dimana ada campur tangan Tuhan didalamnya. 


Semoga Manda menjadi pribadi yang membaik, semakin shaliha menjadi anak, istri dan teman untuk sekitarnya, semakin sabar dan bijak mendewasa dalam usia, semoga sehat dan panjang usia supaya bisa menemani Panda sampai tutup usia kita. Semoga hal baik, kebahagiaan, kesuksesan dan keberlimpahan membersamai Manda dan keluarga kita. Aamiinn. Terima kasih untuk doa dan kasih sayangnya selalu.

8 komentar:

  1. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin:)
    Wah sudah satu dekade menikah ya Mbak..Selamat, semoga selalu Samawa Sebumi Sesurga..

    Saya suka dengan judul artikelnya: suami istri itu memang rejeki sepaket. Jadi karena sepaket ya pastinya sudah saling melengkapi kurang lebihnya..:)
    Ulasannya menarik!

    BalasHapus
  2. Aamiin...
    Semoga langgeng sampai akhir hayat ya mandaaaa

    BalasHapus
  3. Bener banget mbak ima rezeki suami istri itu sepaket, rezeki suami itu adalah rezeki suaminya; rezeki istri juga adalah rezeki suaminya, mau lewat mana rezeki datang adalah paket buat istri dn suami, semoga sakinah mawaddah warahmah dan dikaruniai keturunan yang soleh soleha juga rezeki yang melimpah ya manda panda 😊

    BalasHapus
  4. Salam kenal mba :)
    Senang bacanya, semoga langgeng terus yaa mba :)

    BalasHapus
  5. Aamiin ya Allah, semoga berjodoh dunia akhirat.

    Masih jarang nih orang yang berpikiran kayak gini :)

    BalasHapus
  6. Happy anniversary. Semoga langgeng, bahagia selamanya. Aamin.

    BalasHapus
  7. Masyaallah sudah sepuluh tahun Mbak Imaaa, Barakallah berdua yaa. Semoga bahagia selaluuuuu

    BalasHapus
  8. Aamiin YRA. Sakinah mawadah warahmah ya manda panda. Ikut bahagia liat kalian berdua 😍❤️

    BalasHapus