IBX583577287E51C

Kamis, 07 Desember 2017

A-Z Tentang Hubungan Sebagai Teman





Hubungan pertemanan juga termasuk hubungan yang unik dan setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda saat merasakan hubungan pertemanan dengan orang yang sama di keadaan yang berbeda, Cocok atau tidak? kecocokan pertemanan bisa jadi dipengaruhi oleh banyak alasan. Opini Manda di tulisan ini membahas serba 5 tentang pertemanan. Sudut pandangnya bisa menyesuaikan kondisi yang teman-teman jumpai di universitas kehidupan.


Kapan kita menyebut seseorang sebagai "teman"?


  1. Konflik kepentingan. Bohong banget kalau mengatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan dalam pertemanan. Setidaknya 1% hubungan pertemanan pasti diawali dengan konflik kepentingan. Contoh paling sederhananya adalah saat berkenalan di sebuah perjumpaan di waktu dan tempat yang sama. Kita datang di sebuah acara, lalu bersebelahan dengan seseorang, dan berkenalan. Itu adalah contoh konflik kepentingan "mencari teman" saat sendirian di sebuah acara. Tidak semua orang mengalami konflik kepentingan "merasa sendiri" di sebuah acara, karena biasanya ada seseorang yang cukup percaya diri untuk sendirian di sebuah acara. Kembali lagi, setiap orang mempunyai sifat bawaan masing-masing. 
  2. Kesamaan hobi. Perjumpaan kadang diawali dengan sesuatu yang digeluti dalam bidang yang sama atau setidaknya beririsan. Seseorang yang hobi menjahit, akan bertemu dengan komunitasnya di bidang jahit menjahit dan lalu memutuskan untuk berteman. Hubungan pertemanan akan semakin lekat, jika hobi yang digeluti sama dan banyak mengeksplor hal menarik bersama-sama. 
  3. Terpaksa menjadi teman. Saat kita berada di bangku SD, SMP, SMA bahkan PT, kita terpaksa berteman dengan orang-orang di satu sekolah. Pun, ketika kita sudah bekerja, kita juga dipaksa untuk menjadi teman dari orang-orang yang berada di kantor tersebut. Keadaan ini akan diuji oleh waktu dan kejadian sehingga seseorang menemukan teman sejati atau tidak.
5 Kejadian yang Menguji Pertemanan

Ketiga keadaan di atas, setidaknya sudah mewakili kita menyebut orang lain di dunia ini menjadi teman. Setidaknya ada kontak melalui media sosial atau smartphone untuk menghubunginya. Hubungan pertemanan juga merupakan hubungan yang unik layaknya hubungan pernikahan. Ketika teman yang tadinya biasa, menjadi teman dekat, atau mengikrarkan diri sebagai teman sejati, disitulah mulai terjadi konflik yang menguji pertemanan. 

Percayalah, di dunia ini tidak ada teman atau musuh sejati.

  1. Kepercayaan (trust). Seseorang yang berteman dengan intens pertemuan yang terhitung sering, sepertinya mengetahui kita luar dalam. Kadang, karena kepercayaan kita kepada seorang teman, di saat kita membutuhkan teman bercerita, mungkin kita akan mudah mempercayakan sebuah rahasia kepadanya. Dan kadang, rahasia yang diceritakan itu semacam kartu mati yang siap dibongkar kapan pun oleh mantan teman kita. Menyedihkan ya! Padahal seseorang menjaga kepercayaan adalah sebagian dari amanah. Kadang rusaknya pertemanan karena rusaknya rasa kepercayaan yang dikhianati salah satunya. 
  2. Uang (money). Hubungan pertemanan akan baik-baik saja ketika seseorang asyik menceritakan tentang kesamaannya. Memiliki hobi yang sama terlebih membuat pertemanan menjadi hal yang menyenangkan. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang menjadi rusak pertemanannya? Hobi yang sama, dan lalu mengembangkan menjadi usaha bersama, dan kemudian berbicara tentang uang di dalamnya. Selain membutuhkan trust yang besar, juga keterbukaan untuk menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan kerjaan bersama. Ketika salah satu ingin mengambil keuntungan lebih dari pertemanannya, bisa dipastikan hubungan pertemanan tersebut akan rusak. Tipsnya adalah percaya bahwa rejeki tidak akan kemana, tidak tentang saling sikut dan mengorbankan pertemanan untuk bisa mendapatkan rejeki yang lebih. Percayalah! 
  3. Bersaing (competitive). Tanpa disadari, hidup ini penuh dengan kompetisi, apakah sebuah hubungan pertemanan akan selalu rusak gara-gara persaingan? TIDAK. Saya pernah berteman dengan lebih dari 1 orang yang berkompetisi di sebuah ajang yang sama, tidak selalu teman yang sama-sama sedang berkompetisi tidak lagi menjadi teman. Persaingan yang sehat, sama-sama mengetahui informasi lomba tersebut, sama-sama mendukung ide, tidak plagiasi (meniru ide teman), tidak menyembunyikan informasi lomba supaya menang sendiri, dan tidak menghalalkan segala cara untuk menang. Kesekian hal tersebut merupakan kode etik pertemanan yang dipertemukan karena memiliki interest yang sama di sebuah bidang. Dan persaingan yang tidak sehat bisa dipastikan akan merusak hubungan peretmanan tersebut. 
  4. Orang ketiga (si pengadu domba). Sudah menjadi hal yang wajar dalam setiap hubungan, bahwa orang ketiga yang di dalam hatinya penuh dengan 3D (dongkol, dendam, dan dengki/iri) pasti akan merusak sebuah hubungan yang sudah berlangsung baik dan lama. Orang ketiga selalu punya cara untuk membuat orang lain menjadi ribut, bertengkar dan bermusuhan. Orang ketiga ini senang jika dua orang tidak lagi akur dan bersilaturahmi baik. Ketidaksukaannya membuatnya selalu kreatif mengadu domba orang lain. Naudzubillah min dzalik! Bagi dua orang yang berteman lama, orang ketiga bisa diminimalisir dengan melakukan cross check. Tidak tentang memperpanjang masalah, melainkan untuk menghindari kita kehilangan teman baik hanya karena diadu domba. Yuk, jaga komunikasi kita dengan teman baik kita, supaya orang ketiga tidak berhasil memecah belah pertemanan kita. 
  5. Waktu yang akan menguji. Tidak bisa berharap kapan kita akan berteman dengan seseorang sampai kapan. Mungkin 1 tahun, 2 tahun, 4 tahun, 10 tahun, atau sampai kakek nenek kita masih berteman. Waktu hanyalah itungan nominal dari sebuah hubungan. Semakin lama kita berteman, semakin kenal teman kita seperti apa, semakin bisa memahami menjadi temannya. Dan semakin teruji oleh hal-hal yang mebuat pertemanan semakin kuat. Ada kalanya berbeda, tapi disatukan kembali karena kita tidak mau kehilangan teman baik.
Jika pertemanan sudah rusak, apa yang bisa kita lakukan?

Hubungan pertemanan yang nyaman untuk setiap orang berbeda-beda. Bagi Manda, berteman dengan apa adanya adalah pertemanan yang didalamnya ada banyak hal, 
  • Ya ada ribut,
  • Ya ada perselisihan,
  • Ya ada beda pendapat,
  • Ya ada saatnya saling memahami PMS dan EGO masing-masing,
  • Ya ada terima kasih,
  • Ya ada maaf,
  • Ya ada saling menjaga,
  • Ya ada kasih sayang,
  • Ya ada perhatian,
  • Ya ada mengusahakan,
  • Ya ada saatnya kecewa dan sakit hati, namun bisa dikomunikasikan dan melupakan.
  • dan pastinya saling mendukung meskipun jarak jauh dan berupa doa dan kabar)
Jika itu "teman dekat", hubungan yang apa adanya di atas yang kadang khilaf sebagai manusia, akan menjadi dekat dan baik kembali, setelah meminta maaf dan memperbaiki jika memang ada missed communication (salah paham). 

Menjelaskan duduk persoalannya, menyamakan presepsi, dan tentunya memang ada itikad baik dari keduanya untuk kembali menjadi teman. Jika salah satu tidak kolaboratif dalam membaikkan hubungan pertemanan antara dua orang, ya berarti tidak perlu menjadi teman baik lagi, cukup berteman biasa.

Selamat memantaskan menjadi teman yang baik untuk setiap teman kita ya.

10 komentar:

  1. Semenjak menikah, hubungan pertemananku sudah tidak seperti saat sekolah yaa, mba Manda.
    Saat ini, saya sebagai Ibu dan istri berteman akrabnya yaa...dengan suami dan anak-anak.


    Tidak terlalu bergantung pada orang lain.


    Karena sebaik-baik teman adalah yang saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan.

    😘😘love mba Manda.

    BalasHapus
  2. Kalau pertemanan sudah rusak? Saya memilih menyingkir dan menjauh, Manda. Untuk beberapa waktu sampai kepercayaan saya pulih kembali dan berteman dengan sewajarnya saja hehe.

    BalasHapus
  3. Idem sama Ipeh.
    Moga pertemanan kita langgeng ya Manda. Kalo saya ada salah, tolong dismmpaikan baik-baik hehe

    BalasHapus
  4. Idem sama Ipeh.
    Moga pertemanan kita langgeng ya Manda. Kalo saya ada salah, tolong dismmpaikan baik-baik hehe

    BalasHapus
  5. Iyap setuju, teman dan tetangga yang baik itu ibarat rejeki..semoga kita bisa selalu menjadi rejeki buat orang di sekitar kita..menjadi teman dan tetangga yang baik..aamiin..

    BalasHapus
  6. Sedih kalo hrus kehilangan teman Atau pertemanan rusak karena sebuah kesalahfahaman.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah selalu dikasih teman yg baik :)

    BalasHapus
  8. Aku paling sedih kalau ada kisah dulunya teman sekarang berselisi bahkan musuhan. Gak pernah mengalami sih, moga2 gak, tapi sering melihat yg gtu2, moga2 kita gak sampai kyk gtu ya mbaakkk

    BalasHapus
  9. Manda..komplit banget nih
    Dirimu titen bener. Semoga kita berteman baik selawase

    BalasHapus
  10. Manda..komplit banget nih
    Dirimu titen bener. Semoga kita berteman baik selawase

    BalasHapus