IBX583577287E51C

Minggu, 19 Februari 2017

Warna Warni Lampu Becak Kayuh di Alun-Alun Selatan Jogja


Mengajak balita bepergian di malam hari? Nggak takut perut kembung pada bayi terjadi saat mengajaknya bepergian di malam hari? Tentunya pertanyaan seperti itulah yang biasanya menjadi kekhawatiran orang tua saat mengajak anaknya bepergian di malam hari yang identik dengan angin malam. Malam ini, kami bertiga memutuskan untuk menghabiskan malam minggu di Alun-Alun Selatan Jogja. Tempat yang tujuan wisata anak muda saat malam minggu. 

Baca terus sampai selesai ya, apa saja yang bisa dijumpai di Alun-Alun Selatan Jogja.



Bagi yang baru pertama kali ke Jogja, kawasan wisata malam di Alun-Alun Selatan memang tidak se-ngehits malioboro dan alun-alun. Alun-alun yang biasa disebut wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta adalah alun-alun utara. Alun-alun dimana sekaten digelar dan wisatawan bisa menemukan kraton, masjid gede Kauman dan searah dengan titik nol malioboro, itulah alun-alun utara. Rombongan biasanya dibawa ke sini, dan lalu belanja batik. Lalu, dimanakah letak alun-alun selatan? 


Sesuai namanya, alun-alun selatan Jogja berada di selatan dari alun-alun utara. Dari peta yang Manda ambil, terlihat jelas bahwa alun-alun selatan segaris lurus dengan alun-alun utara. Jika sahabat Manda kebetulan berada di kawasan Malioboro, Benteng Vredenburg, Taman Pintar, Titik Nol Kilometer, maka sahabat Manda bisa melihat peta lokasi di atas untuk bisa sampai ke alun-alun selatan.


Hiburan Malam di Alun-Alun Selatan Jogja

1. Becak Kayuh Lampu

Malam minggu yang meriah di Alun-alun selatan, itulah gambaran Manda tentang Alun-alun selatan malam minggu ini. Kota Jogja yang begitu terang di area alun-alun selatan ini. Ternyata warna-warni lampu yang meriah berasal dari becak kayuh yang dihiasi oleh lampu yang berwarna-warni. Demikian pula dengan Rafisqy, Piki melihat sekeliling dan terbengong-bengong dengan lampu yang banyak sekali di sekitarnya malam itu. Sekali putaran naik becak kayuh dibandrol seharga 50,000 rupiah. Bagi Manda yang memang tidak berhasrat untuk mengayuh sepeda malam itu, lumayan worth it lah. Jadilah kami bertiga naik becak kayuh dan berkelilng alun-alun selatan, kurang lebih selama 15 menitan. 

2. Kuliner Jagung Bakar, Angkringan, dan Wedang Ronde

Kelaparan saat wisata ke Jogja, duh jangan sampai ya ini terjadi. Belum pernah main ke www.tamasyaku.com ya kok sampai kelaparan di Jogja, hehehehe. Bagi yang ingin mencari tempat makan di Alun-alun selatan juga tidak menjadi masalah. Tapi, untuk urusan kebersihan, Manda memilih untuk tidak makan di tempat yang terbuka dengan air cuci piring dan gelas yang terbatas. Kembali lagi, setiap kita mempunyai pilihan ketika memutuskan untuk berkuliner saat tamasya. Kalau untuk menikmati jagung bakar saja, mungkin tidak menjadi soal berkuliner di alun-alun selatan. Sudah cukup kenyang kok, menyantap satu buah jagung manis rasa nano-nano sambil menikmati suasana Jogja.

3. Pengamen Muda yang statusnya mahasiswa.

Bagi yang masih menyandang status jomblo, Alun-alun selatan ini terkenal juga dengan pengamen atau pemusik jalanan yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Tahu kan ya maksudnya Manda, sambil liburan ke Jogja, siapa tahu jodohnya di Jogja kan? Tapi kembali lagi ya, jangan pukul rata semua pengamennya adalah mahasiswa lho ya. Banyak berdoa supaya dipertemukan dengan jodoh yang terbaik dan jangan terlalu pilih-pilih. 

Jadi inget, kalau flashback cerita Manda dan Panda yang dirajut mulai dari bangku SMA. Kalau dipikir-pikir, mana saya tahu Panda akan jadi seperti apa hari ini, pun demikian Panda, memilih Manda yang masih unyu-unyu waktu itu apakah kebayang akan bisa mendampinginya seperti hari ini. Ah, memory, kau selalu indah untuk diceritakan kembali. 
 
4. Ringin Kembar
Nah, tidak lupa menceritakan tentang ringin kembar ketika sudah sampai di Alun-alun kidul atau alun-alun selatan. Konon ceritanya, siapa yang menutup matanya dan berjalan lurus melewati ringin kembar tersebut, maka permohonannya akan bisa terkabul.

Sudah di alun-alun selatan, coba deh untuk melewati ringin kembar dengan menutup mata.

Saya dan Panda pernah mencobanya, dan hahahahahaha gagal. Manda bisa menyerong jauh ke barat, sampai-sampai Panda ngejar dan begitu Manda buka mata, geli sendiri. Lebih parah Panda, hampir nabrak orang jualan karena Manda teriak-teriak nggak kedengeran katanya. Saking serius dan khusyuknya ingin melewati ringin kembar tersebut kali ya. Silahkan dicoba ya kalau pas berkunjung ke Yogyakarta.

Selamat menyiapkan liburan ya!

6 komentar:

  1. Beringin kembar
    Selalu bikin penasaran. Rasanya sih udah jalan lurus ternyata tetap berbelok juga hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaaa mba Arniii, aku jugaaa...

      Hapus
  2. Becak kayuh lampunya makin kece ya mbak. Kalau dlu maaih biasa aja menurutku. Ya iyalah, thn 2010 gt loh. Sekarang udah 7 tahun berlalu pasti banyak peningkatannya.
    Aku pernah nyibain beringin kembar, pas buat jalan lurus kakiku berasa ada yg nyeret dn pas buka mata jadinya belok hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaahh iyaaaaaa kaaann, kl aku terasa jalannya berasa menurun condong ke kanan, jadi tanahnya turun gitu, sehingga akunya mbelok jauh banget dari jalan lurus membelah ringin, hahaahahhahahaa

      Hapus
  3. lucunya adiknya... bagus ulasannya... keren...

    BalasHapus
  4. Nathan pengen banget naik becak itu tapi belum kesampean sampai sekarang, pas ke alkid sering malah hujan. Ih Piki seneng banget ya jalan-jalannya.

    BalasHapus