IBX583577287E51C

Sabtu, 14 Januari 2017

5 Hal Penting Tentang Penyakit Disentri


Januari, huJAN hUjan setiap hARI. Sepertinya tidak salah dengan gothak gathuk mathuk kepanjangan dari Januari. Memang di Yogyakarta, Januari ini justru malah musim penghujan sedang kami alami di kota tercinta. Hampir setiap hari cuaca berubah-ubah, pagi mendung, siang panas terik dan sore sampai malamnya hujan. Nyamuk dan lalat yang biasanya tidak setiap hari mampir ke rumah, sekarang ada 1 lalat dan beberapa nyamuk yang mampir ke rumah kami. Mengantisipasi penyakit yang timbul di musim penghujan, berikut Manda membagikan lima hal yang perlu diketahui tentang gejala penyakit disentri yang sahabat Manda perlu tahu. Simak yuk.

5 Hal Penting Tentang Penyakit Disentri


1. Disentri tidak sama dengan Diare.

Sebagian dari kita bahkan sendiri pun mengira bahwa disentri sama dengan diare. Ternyata, hanya gejala penyakit disentri lah yang sama dengan diare. Disentri adalah diare yang mengandung bercak darah dan lendir. Makanya, orang sering mengartikan sama antara disentri dan diare.


2. Penyebab Disentri.

Penyebab penyebab disentri adalah karena bakteri yang menyusup ke sistem saluran cerna sehingga gejala penyakit disentri biasanya diawali dengan diare. Mulai dari perut melilit dan sering buang air besar. Hanya pada disentri, biasanya ada lendir dan bercak darahnya. Oleh karenanya, penting mengetahui penyebab dan gejalanya untuk bisa melakukan tindakan yang pas untuk penyakit disentri. 

3. Lingkungan yang bersih.

Menjaga kebersihan lingkungan tinggal adalah salah satu yang dianjurkan agar seseorang terhindar dari penyakit disentri. Setelah menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hal lain adalah menjaga kebersihan badan. Karena bakteri diare dan disentri bisa menular melalui faeces, mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar jika terkena diare adalah salah satu hal yang perlu diketahui oleh sahabat Manda. Membiasakan cuci tangan sejak dini adalah bagian menjaga kesehatan sistem pencernaan.

4. Makan dan minum yang baik.

Tidak sembarang jajan, baik itu makanan atau minuman, bisa menghindarkan kita dari penyakit yang menyerang sistem pencernaan, yang salah satunya diare dan disentri ini. Membawa bekal sendiri ketika makan siang atau mencuci buah dan sayur dengan air matang juga bisa mengurangi resiko terkena penyakit disentri.

5. Tanggap Disentri.

Tanggap terhadap disentri rasanya bukan hal yang berlebihan. Karena bakteri penyebab disentri menyerang saluran cerna dan organ-organ di dalam, maka kita perlu berhati-hati apabila terindikasi diare. Waspadai buang air besar yang bentuknya cairan karena hal tersebut menyebabkan dehidrasi. Hal yang perlu diwaspadai dari dehidrasi adalah badan yang lemas dan lalu tidak sadarkan diri. Oleh karenanya, dianjurkan untuk segera ke dokter apabila ke kamar mandi lebih dari 10 kali dalam setengah hari. 

Semoga artikel ini bermanfaat ya! Selamat menjaga kesehatan semua!

2 komentar:

  1. Aku pernah kena disentri ini Manda, duuuhh... sampe gempor bolak-balik melulu ke wc.Dulu jaman masih single dan ga ada yg ngerawat heheheee...

    BalasHapus
  2. Memang Mbak, kadang suka keliru sama diare, padahal disentri lebih parah yak daripada diare.

    BalasHapus