IBX583577287E51C

Selasa, 10 Mei 2016

Orang Super Ajaib Itu Ada


Duh, judulnya bukan bermaksud bombastis, cuma yang kepikiran saat mulai merangkai tulisan ini adalah orang aneh, tapi kesannya aneh itu lebih ke ajaib. Ya sudah dipilihlah frasa orang ajaib. Trus kok pakai kata "super", bukan berarti temannya superman lho. Super itu seperti penanda aja, bahwa kejadiannya nggak cuma sekali atau dua kali, tapi beberapa kali ajaibnya. Jadilah postingan ini "orang super ajaib".

Dunia ini panggung sandiwara. *nyanyi dulu*


Ketemu orang baik, alhamdulillah adem dan seneng.
Ketemu orang kurang baik, alhamdulillah diingatkan untuk tidak seperti itu.
Ketemu orang super, ladang belajar akan kesuperannya. Siapa tahu diajarin terbang, ya kan?
Ketemu orang ajaib, ya ikuti ritme ajaibnya, kali-kali trus bisa ngilang. Cling!

Tulisan ini tidak sedang ditujukan untuk menyerang siapapun, hanya sebuah catatan diri sendiri. Siapa tahu, one day, saya bertingkah super ajaib, pas nemu artikel ini, bisa ketawa sendiri dan kembali ke jalur yang benar. Hehehehehehe.

Berterima kasih bukan berarti kita rendah.

Pelajaran pertama, sebuah ucapan terima kasih. Yang memberi senang dan yang diberi senang. Perlu mengucapkan terima kasih? Kalau untuk saya, iya perlu. Tanda kita senang karena diperhatikan. Seperti apa orang super ajaib? Baginya *mungkin* harga kata terima kasih adalah sesuatu yang mahal untuk diucapkan. Iseng manda melakukan riset kecil-kecilan, kenapa sih orang kadang tidak mau mengucapkan terima kasih? *berasa lagi ikutan Family100 ni..

  1. Gengsi.
  2. Ekspektasi lebih tinggi dari yang seharusnya diterima.
  3. Terbiasa dihina.
  4. Lingkungan keluarga yang tidak membiasakan mengucapkan terima kasih.
  5. Lupa, karena saking senangnya. Itupun belum termasuk kategori super ajaib, karena ekspresi orang diberi dan senang terpancar dari wajah dan binarnya, bukan dari ucapannya.
Membalas perhatian.

Pelajaran kedua mengenal orang super ajaib ini adalah tidak bisa membalas perhatian. Okelah kalau berterima kasih berarti menerima sesuatu, lalu bagaimana jika bentuknya bukan sesuatu? Perhatian itu hanya bisa diberikan pada orang yang biasa menerima perhatian. Biasanya lingkungan yang berkasih sayang memberikan andil yang cukup besar membentuk karakter seseorang. Namun, jaman sudah berganti, menyalahkan keadaan bukanlah hal yang tepat di era semua ilmu psikologi dan informasi bisa diakses sedemikian mudahnya. Kalau merasa dari lingkungan yang tanpa kasih sayang, maka cobalah membaca catatan atau novel atau artikel tentang perhatian dan kasih sayang.

Membalas perhatian itu hanyalah sesuatu yang ringan dilakukan saat ini, dibantu dengan gadget dan internet yang memudahkan segalanya. Permasalahannya kembali pada, mau atau tidak mau?

Nah, orang yang super ajaib adalah orang yang tidak bisa membalas perhatian. Pun, ketika orang lain memperhatikan, yang ada dikelapanya dikepalanya adalah hal-hal buruk seperti: sedang di kepo, sedang diselidik, sedang diawasi, dan pikiran buruk lain yang membuat si orang super ajaib ini tidak sempat membalas perhatian dari yang sayang kepadanya.

Mudahnya,

  1. Diucapkan selamat ulang tahun, tidak membalas mengucapkan selamat ulang tahun. Padahal di jaman sekarang FB aja ada pengingatnya siapa dan kapan ultahnya.
  2. Disapa di WA, membalasnya lama dan bahkan tidak dibalas. Duh, ada ya orang macam begini, hehehehehe.
  3. Hari gini, di saat social media menjadi penghubung yang paling mujarab dengan taglinenya: mendekatkan yang jauh. Ada loh yang tidak berkenan di add akunnya. Seperti akunnya bersifat rahasia dan menyimpan masa lalu yang menjadi rahasia. Duh, masa lalu oh masa lalu. Tapi ya apalah itu, bagi yang merasa dekat dan tidak bersedia bertukar akun tetap saja super ajaib.
Ketiga hal yang mewakilkan si orang super ajaib ini sudah bisa mendeskripsikan bentuknya? 

Nah fenomena orang super ajaib yang nggak bisa terbang dan nggak bisa ngilang ini, sebenarnya banyak dijumpai di sekitar kita. Memikirkannya membuat baper dan nggak ada untungnya. Toh, mereka si super ajaib itu enjoy dengan sikapnya dan biasanya si super ajaib ini bisa mendikte orang untuk patuh dengannya.

Well then, di dunia ini setiap orang bebas memerankan dirinya sendiri dengan versi yang mereka suka. Masa lalu adalah sebuah cerita yang membentuk karakter seseorang.  Orang terdekat pun tidak bisa mengubah karakter dan sifat super ajaib dari orang tersebut. Yang bisa mengubahnya adalah dirinya sendiri. 

Bagaimana caranya?

Sering orang super ajaib tidak menyadari dua hal yang membuatnya menjadi super ajaib, dan terkadang mereka tidak butuh menerima masukan dari orang lain akan sifatnya yang super ajaib. Hanya waktu yang nantinya menyadarkan si super ajaib, bahwa sebuah kata terima kasih dan perhatian tulus, adalah harta yang tidak ternilai dibandingkan kesenangan yang ingin dicapai dengan sifat super ajaibnya.

  • Menyapalah ketika orang lain tidak mengawali menyapa.
  • Tersenyumlah ketika orang di depanmu belum tersenyum kepadamu.
  • Bersukacitalah untuk kebahagiaan orang lain.
  • Ikhlaskan orang-orang super ajaib itu untuk menjadi penguat dan pendewasamu belajar di universitas kehidupan.
Sudahkah Anda berterima kasih hari ini?
Sudahkah Anda membalas perhatian orang yang menyayangi Anda hari ini?

12 komentar:

  1. Semoga mbak Ima selalu dikelilingi orang baik. Aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiiinnnn....... dikelilingi orang baik yang nular kebaikannya ya mba rien... muuaacchhh.... you too kakak kece...

      Hapus
  2. Kalau untuk point 2, saya cenderung ga pernah nyapa hehe. tapi kalau ketemu di dunia offline (alias ketemu langsung) insya allah segera salam, senyum, sapa.

    Karena kalau dunia maya, saya sendiri jarang bisa pegang hape. Pantes ya saya ga banyak temen di dunia maya hehehe... *kemudian ngaca*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, di dunia maya mungkin bener mba nggak sempat pegang HP. Kalau di dunia nyata, semoga karena khilaf ya.. yang pasti saat nulis ini sambil ngaca juga sayanya..

      Hapus
  3. Manda, klo menurutku lho ya, menurutkuuuu... yg disebutkan tadi bukan org super ajaib. Ada banyak hal lain yg mungkin sedang memberati pikirannya sehingga belum bisa menjadi orang yg tdk ajaib lagi bagi Manda. We'd never been in someone else's shoes then we don't know what really happened on others.

    BalasHapus
  4. Manda, klo menurutku lho ya, menurutkuuuu... yg disebutkan tadi bukan org super ajaib. Ada banyak hal lain yg mungkin sedang memberati pikirannya sehingga belum bisa menjadi orang yg tdk ajaib lagi bagi Manda. We'd never been in someone else's shoes then we don't know what really happened on others.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti masih "wajar" ya mbaknik... orang super ajaib kalau bisa terbang dan ngilang ya? hihihihihi.. yes benerrr, we don't know ehat really happened with them. eemmuuaachhh..

      Hapus
  5. Ajaib or enggaknya tergantung masing2 orang sih ya. Kalo buat keluargaku aku justru ajaib, wa n sosmed eksis banget. Haha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. diba, seajaib-ajaibnya kita masih ajaib yang bisa ngilang dan bisa terbang, hahahahaha...

      Hapus
  6. makassiii maakkk buat artikelnya *langsung praktek*

    BalasHapus
  7. Berterima kasih juga ngak membuat kita jadi miskin kok :)

    BalasHapus
  8. Waktu yang nanti akan menjawabnya mba. Mereka gak bertahan kok kl udah kepepet butuh.

    BalasHapus