IBX583577287E51C

Kamis, 04 Februari 2016

Beda Yoga dan Pillates

Beraneka ragam olahraga sejak jaman saya masih gadis, sampai sekarang berkepala 3 ternyata ragamnya terus bertambah. Mulai dulu senam kesegaran jasmani yang jaman Pak Harto menjadi senam wajib setiap jumat pagi di sekolah dasarku. Mulai ada istilah senam aerobik dan BL *Body Language* yang dulu instrukturnya terkenal banget Berty Tillarso. Mungkin banyak nama yang terkenal, tapi karena angkatan dan kebiasaan mama menyetel VCD mBa Berty ini yang terlintas di pikiran adalah namanya.



Kalau saat ini ada senam zumba, yoga dan pillates. Bagi saya, yang bukan penyuka senam, terlalu berat jika harus aerobik atau zumba. Selain tubuh yang besar untuk bergerak cepat tidak terbiasa, kaki juga menopang badan dengan gerakan cepat tidak membuat saya nyaman berolahraga.

Sama halnya dengan olahraga fitness, jalan cepat dan lari. Olahraga favorit saya hanya berenang. Ehm, dari kelas 4 SD dulunya atlet lho. Wkwkwkwkwkwk.


Selanjutnya, saya akan mulai bercerita tentang  hobi baru saya senam. Pilihan saya jatuh pada Yoga dan Pillates. Keduanya lebih mengutamakan pernafasan dan olahraga seperti gadis plastik. Bagaimana bisa kok seperti gadis plastik?

Di olahraga Yoga dan pillates ini semua otot dan sendi dilatih untuk menjadi lentur dan fleksibel. Saya yang berbadan gemuk juga akhirnya merasakan enaknya efek setelah Yoga dan pillates.

Olahraga ini menarik segala otot yang tidak pernah dipaksa untuk digerakkan. Mengatur pernafasan adalah hal utama yang diperhatikan agar keringat yang keluar mengucur dengan derasnya. Satu jam Yoga atau Pillates sudah membasahkan handuk kecil dan kaos lengan pendek yang saya kenakan.



Beda Yoga dan Pillates


YOGA
  • Pernafasannya diambil dari hidung, keluar dari hidung.
  • Gerakannya melenturkan semua sendi dan otot dengan alunan musik yang pelan.
  • Pada bagian akhir, kita akan direlakskan dengan relaksasi dan berterima kasih pada tubuh kita.
  • Self healing dengan memasukkan energi positif ke tubuh kita.
  • Yoga bagi yang sudah terbiasa menjadi hal yang nagih karena untuk saya sendiri melakukan beberapa gerakannya tadinya tidak terpikir untuk bisa,  tapi setelah dicoba dan ada pemanasan, eh BISA.



Pillates
  • Pernafasannya diambil dari hidung dan keluar dari mulut.
  • Biasanya menggunakan alat, seperti bola besar, bola kecil bergerigi dan gelang karet panjang untuk menahan dan memberi beban.

Pakaian yang dikenakan saat Yoga dan Pillates rata-rata pakaian senam biasa. Tidak harus terbuka dan yang penting menutup lutut. Saat Yoga dan Pillates bawa handuk untuk mengelap keringat dan mengalasi tangan agar tidak licin saat gerakan menahan badan.

Senangnya membiasakan Yoga dan pillates. Yuk, segerakan mencari sanggar senam yang khusus ibu-ibu. Seru dan senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar